Sunday, 24 October 2021


DPR Ingatkan Petani agar Isi e-RDKK

08 Oct 2021, 07:33 WIBEditor : Yulianto

Bimtek Penyuluh dan petani di Majalengka | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Majalengka--- Pencatatan kebutuhan petani dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) akan berpengaruh alokasi anggaran pemerintah untuk subsidi pupuk. Bahkan juga ketepatan dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Karena itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno mengingatkan bahwa mengisi data e-RDKK sangatlah penting bagi petani. Pasalnya, semua fasilitas pemerintah dan negara yang diberikan kepada petani harus terdaftar di e-RDKK. Data pada e-RDKK akan berpengaruh pada sebuah program apakah dilanjutkan atau tidak.

“ Ini adalah permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karenanya hari ini saya menghadirkan kepala desa, gapoktan dan stakeholder yang terkait dengan proses pembuatan RDKK, karena semuanya saling berhubungan dengan proses itu, “ ujar Sutrisno yang juga anggota Badan Musyawarah saat Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh, Rabu (6/10).

Sebagai informasi Bimtek bagi Petani dan Penyuluh di Kabupaten Majalengka, wilayah koordinasi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor. Kegiatan yang diikuti 120 ketua gapoktan dan poktan se-Kabupaten Majalengka yang digelar di Aula Balai Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Didampingi Kepala PPMKP Yusral Tahir, Sutrisno menjelaskan, penerapan kartu tani dan database e-RDKK bertujuan agar kebijakan alokasi anggaran kebutuhan pertanian, terutama subsidi pupuk tepat sasaran sesuai kebutuhan petani. Dengan demikian, alokasi subsidi pupuk sesuai yang dibutuhkan, serta dapat dibagi secara adil untuk petani.

Alokasi pupuk bersubsidi dikatakan Sutrisno ditetapkan berdasarkan usulan petani sendiri melalui e-RDKK. Karena itu ia menghimbau agar semua petani, melakukan input data dan usulan kebutuhannya di e-RDKK sesuai dengan kondisi di lapangan agar kebutuhanya akan pupuk dapat tercukupi.

“Ada petani yang sudah memiliki kartu tani, namun belum menginput kebutuhan pupuk di e-RDKK atau data yang diinput tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan,” tutur Bupati Majalengka 2008-2013 dan 2013-2018 ini.

Dalam proses pembuatan RDKK selain gapoktan, penyuluh dan dinas terlibat, sehingga dalam penyusunan dibutuhkan musyawarah terlebih dahulu, sehingga tak terjadi kesalahan dalam data.

“Kelompok tani, coba lakukan dulu musyawarah dengan anggota untuk menetapkan kebutuhan pupuknya, agar jumlah yang diusulkan tepat dan saat musim tanam pupuknya sudah dialokasikan,” kata Sutrinso. Kepada penyuluh di kecamatan, ia juga mengingatkan agar mendampingi petani dalam penyusunan RDKK, kemudian divalidasi kades dan selanjutnya dinas kabupaten dan provinsi.

Sementara itu dalam berbagai kesempatan Kepala Badan Pennyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi tak menampik jika penyuluh memiliki peran cukup penting dalam pupuk subsidi,  khususnya dalam alokasi dan distribusi pupuk subsidi.

“Karena bersentuhan langsung dengan petani di lapangan, implementasi pupuk subsidi tak lepas dari peran penyuluh mulai dari pengkajian RDKK, verifikasi kuota hingga menentukan kapan musim tanam pertama, kedua dan seterusnya, sampai pada penebusan pupuk subsidi menggunakan Kartu Tani," tutur Dedi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan, setiap tahun pemerintah selalu berupaya memperbaiki mekanisme pupuk bersubsidi. Salah satu kunci program pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran adalah data e-RDKK yang akurat. Ia minta, e-RDKK dibuat dengan validitas yang benar. "Kelompok tani memiliki peran penting agar data e-RDKK benar-benar valid," tuturnya.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018