Sunday, 24 October 2021


Tanpa Pupuk Subsidi, Produktivitas Padi Petani Wajo Naik

11 Oct 2021, 15:17 WIBEditor : Yulianto

Bupati Wajo, Amran Mahmud saat panen | Sumber Foto:Suriady

TABLOIDSINARTANI.COM, Wajo---Meski tanpa pupuk subsidi, ternyata produktivitas padi petani di Wajo justru naik. Jika sebelumnya hanya sekitar 5 ton/ha, saat panen demplot Dambaan pupuk non subsidi yang dilakukan Bupati Wajo, Amran Mahmud, produktivitasnya menjadi 7,6 ton/ha. 

Karena itu Amran berharap kepada pihak Petrokimia Gresik sebagai pelaksana supaya bisa lebih memperbanyak demplot pupuk nonsubsidi di Wajo. Itu karena terbukti di lokasi demplot yang dulu hasil produksi hanya 5 ton/ha, sekarang bisa meningkat menjadi 7,6 ton/ha berdasarkan hasil ubinan.

"Kebanyakan petani kita itu mau melakukan ketika sudah melihat bukti. Jadi, semakin banyak demplot dengan hasil yang sukses seperti ini, maka bukan tidak mungkin jika hitung-hitungannya lebih menguntungkan, petani kita justru akan menggunakan produk pupuk nonsubsidi yang di demplot seperti saat sekarang ini," ucap Amran Mahmud saat menghadiri panen raya program Demonstration Plot (Demplot) Dambaan pupuk nonsubsidi oleh PT Petrokimia Gresik dan Distributor CV Megatama Mandiri di Kelurahan Bulete, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan Rabu, (6/10). 

Amran menyampaikan terima kasih dan penghargaannya kepada PT Petrokimia Gresik dan Distributor CV Megatama Mandiri atas pelaksanaan Demplot Dambaan yang berjalan dengan baik. "Ini terbukti dengan pelaksanaan panen raya hari ini dan kita saksikan bersama bahwa hasilnya sesuai harapan sehingga kita bisa panen hari ini," ucap Amran Mahmud.

Pada kesempatan panen raya ini, Amran Mahmud juga menyerahkan bantuan berupa bibit padi tahap kedua kepada masyarakat yang sawahnya terdampak banjir beberapa waktu lalu. Amran  mengakui, musibah yang terjadi beberapa waktu lalu saat menjelang panen adalah bukan hal yang diharapkan.

Namun menurutnya, patut disyukuri karena pemerintah pusat, yaitu Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, merespons cepat permohonan bantuan yang diusulkan. "Semoga ini bisa sedikit meringankan dan membantu petani kita, khususnya yang terdampak banjir beberapa waktu lalu," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Wajo, Ashar, mengungkapkan bahwa saat terjadi banjir beberapa waktu lalu, Bupati Wajo segera memerintahkan untuk mengupayakan bantuan.  Akhirnya, proposal permohonan bantuan bibit padi yang diusulkan untuk masyarakat yang sawahnya terdampak, mendapat respons baik dari Kementan. "Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan bibit padi yang diserahkan Bapak Bupati dan Wakil Bupati," katanya.

Untuk tahap kedua ini ada sembilan kecamatan yang petaninya mendapatkan bantuan benih. Termasuk Kecamatan Pitumpanua dengan jumlah total 402 kelompok tani untuk 7.083 haluas lahan dengan jumlah total bibit padi 177.075 kg. Khusus untuk Kecamatan Pitumpanua sendiri ini mendapat jatah sebanyak 5,3 ton untuk 21 kelompok dengan luas lahan 214 ha.

Turut hadir pada kegiatan ini, yakni Wakil Bupati Wajo, Amran, Kepala Kepolisian Resor Wajo, AKBP Muhammad Islam, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1406 Wajo, Letkol Inf Muhamad Juanda Dinata, Anggota DPRD Wajo, Haeruddin, AVP Sales Regional 6 PT Petrokimia Gresik, Hijrama Pandika Hardono, pimpinan CV Megatama Mandiri, Camat Pitumpanua bersama unsur Muspika serta undangan lainnya.

Amran Mahmud bersama rombongan juga melanjutkan bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Pattirolokka, Kecamatan Keera, hingga malam hari sekaligus menyerahkan bantuan bibit padi dari Kementan. 

 

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018