
Launching program UPL Techno Learning Center (UTLC)
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- PT UPL Indonesia secara resmi meluncurkan program UPL Techno Learning Center (UTLC) sebagai sarana pembelajaran dan transfer teknologi terkini kepada petani dan pihak terkait lainnya. Program baru ini diharapkan dapat menunjang aktivitas pembangunan pertanian dan penyediaan pangan yang berkelanjutan (sustainable agricultural).
Peluncuran program UTLC PT UPL dilakukan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Ir. Ali Jamil, MP. PhD , di lahan stasiun riset UPL di Desa Darawolong Karawang Jawa Barat, Selasa (2/11). Dirjen PSP didampingi oleh Dr. Tanaya Ranjan Panda selaku manager R&D Asia Tenggara, Australia & New Zealand (ASEANZ) UPL, Country Manager PT UPL Indonesia ,Devendra Gangwar serta Asia R&D Category Lead UPL , Dr. Askif Pasaribu.
Dirjen PSP dalam arahannya menyambut baik langkah telah dilakukan oleh PT. UPL Indonesia. program UTLC ini dinilai akan sangat membantu untuk transfer teknologi kepada petani sehingga petani bisa mengadopsi teknologi untuk diimplementasikan dalam program pertanian yang berimplikasi pada peningkatan produktivitas tanaman padi.

“Perwakilan petani dan anggota gabungan kelompok tani ( gapoktan ) yang hadir diharapkan dapat menimba ilmu dan teknologi melalui program ini untuk bisa dibagikan juga kepada petani petani lain ,” tutur Ali Jamil.
Dirjen PSP menekankan bahwa keberhasilan program pertanian akan dapat dicapai jika terjalin kerja sama yang baik oleh semua pihak (stake holders) mulai dari pemerintah, petani hingga pihak industri sarana produksi pertanian.

Ia mengharapkan kedepan program ini bisa lebih ditingkatkan sehingga proses transfer teknologi bisa lebih cepat dan tentunya akan menunjang program pertanian nasional.
Konsep PRONUTIVA
Sementara itu Dr. Tanaya menyampaikan bahwa dalam program UTLC ini diperkenalkan sebuah program UPL secara global yaitu konsep PRONUTIVA yang mengkombinasikan pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) menggunakan crop protection chemical dengan produk produk berbasis bio dan natural.
Disamping itu digelar beberapa stand yang menyampaikan program digital UPL yaitu Paddy XPR yang bisa digunakan petani untuk membantu identifikasi OPT yang mereka hadapi dan rekomendasi untuk pengelolaannya.

Dipaparkan pula beberapa konsep produk biostimulant untuk membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman, penggunaan konsep anti stress untuk tanaman dalam menghadapi kondisi lingkungan yang tidak baik seperti kekeringan Juga teknologi efesiensi penggunaan air dan nutrisi dengan produk Zeba.
Devendra Gangwar menambahkan ,PT UPL Indonesia berkomitmen untuk menyediakan solusi terbaik pertanian berkelanjutan kepada petani Indonesia. “Kami berdedikasi untuk memahami tantangan kedepan dalam pertanian dan menyiapkan dalam mengatasi tantangan itu dengan solusi yang inovatif,” jelasnya.
Ditegaskan bahwa UPL sedang mengembangkan sebuah platform digital dimana petani bisa mengakses solusi yang tepat dan estimasi hasil. “Kami yakin dengan dukungan dan arahan dari pemerintah kami bisa berkerja sama dengan komunitas petani Indonesia dan mentransfer teknologi dari laboratorium ke lahan (from Lab to Land),” tuntas Devendra Gangwar.
Dr. Askif Pasaribu kepada tabloidsinartani.com menyampaikan bahwa segenap stakeholder bidang pertanian tidak bisa lepas dari teknologi penunjang pertanian yang terus berkembang. Karenanya UPL juga menyampaikan konsep penggunaan drone dalam aplikasi bahan pertanian seperti pestisida dan biostimulant yang juga didemonstrasikan dalam acara peluncuran UTLC di Karawang.
Penggunaan bahan bahan hayati dan alami, menurut Askif Pasaribu, juga akan menjadi trend ke depan sehingga UPL telah menyiapkan diri salah satunya mengakuisisi perusahaan eropa yang menjadi salah satu unit bisnis UPL yaitu NPP (Natural Protection Product).
Tidak lupa UPL juga mengembangkan produk berbasis hayati seperti pupuk hayati Mikoriza, fungisida hayati, insektisida hayati dan nematisida hayati. “ Semua ini akan dipaparkan melalui kegiatan UTLC yang berlangsung pada 2-9 November 2021 dengan sasaran para petani ,PPL, kalangan perguruan tinggi, distributor/dealer produk UPL serta tim internal UPL, ” jelasnya.