Monday, 06 December 2021


Biar Mudah Klaim AUTP, Perhatikan Syarat Ini

17 Nov 2021, 11:29 WIBEditor : Gesha

Pembayaran klaim AUTP yang diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---- Banyak petani yang ikut asuransi merasa harus gigit jari lantaran klaim asuransi pertaniannya malah dipersulit. Banyak persyaratan yang mereka akui harus dipenuhi. Lantas seperti apa sebenarnya cara agar klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ini mudah?

"Memang banyak (petani dan penyuluh) yang mengeluh klaimnya tidak terbayarkan. Mereka memang sudah membayarkan premi, punya polis. Tapi semua ada ketentuannya, termasuk klaim," tutur Direktur Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Indah Megahwati dalam Talkshow "La Nina Datang, Asuransi Pertanian Bikin Petani Tenang" yang digelar TABLOID SINAR TANI, Rabu (17/11).

Indah memaparkan, ada beberapa persyaratan kondisi tanaman yang bisa diajukan klaim dari penerima polis AUTP. Diantaranya, umur padi sudah melewati 10 hari setelah tanam (HST), umur padi sudah melewati 30 hari setelah tebar pada sistem tanam benih langsung (teknologi tabela), umur padi sudah melewati 30 hari setelah pemotongan (HSP)/Panen pada tanaman utama dan tumbuh tunas baru pada sistem padi salibu.

Untuk klaim karena kerusakan, baik karena OPT maupun banjir,  intensitas kerusakan mencapai lebih dari 75?n luas kerusakan mencapai lebih dari 75% pada setiap luas petak alami. 

Sedangkan, jangka waktu pertanggungan dalam program AUTP untuk setiap musim tanam, dimulai pada tanggal perkiraan tanam dan berakhir pada tanggal perkiraan panen. Pergeseran tanggal tanam selain yang tertulis dalam Polis dapat diberitahukan kepada Penanggung melalui PPL dan Dinas Pertanian setempat.

Untuk pembayaran ganti rugi (klaim) dihitung per satuan luas dengan tingkat kerusakan yang telah mencapai lebih dari 75% per petak alami, dikalikan nilai pertanggungan per hektar yaitu Rp. 6.000.000. 

Lalu bagaimanakah cara petani bersama penyuluh bisa melakukan klaim asuransi yang selama ini telah dibayarkan?Indah menjelaskan, petani bersama penyuluh (PPL/POPT) menyampaikan laporan klaim kepada Jasindo. Laporan klaim dapat disampaikan terlebih dahulu secara lisan/telepon/WA/pemberitahuan formal lainnya. “PPL/POPT sekarang dipermudah dengan menggunakan aplikasi PROTAN untuk melaporkan kejadian klaim secara real, kecuali bagi wilayah yang tidak cukup memiliki jangkauan internet pada lahan sawah yang diasuransikan, maka pengajuan klaim dapat dilaporkan segera melalui aplikasi SIAP,” jelasnya.

Petugas juga harus segera menyampaikan pemberitahuan klaim secara tertulis dengan mengisi Form AUTP-6 secara lengkap dan melampirkan dokumen pendukung klaim ke aplikasi PROTAN/aplikasi SIAP selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak terjadi serangan. Dokumen pendukung klaim meliputi foto kerusakan dan foto KTP Petani, untuk yang disebabkan eradikasi (pemusnahan) melampirkan foto kerusakan open camera yang menampilkan titik koordinat

Petugas asuransi bersama dengan PPL/POPT melakukan pemeriksaan kerusakan dan perhitungan kerusakan jika kerusakan tanaman tidak dapat dikendalikan lagi. Hasil pemeriksaan dan perhitungan kerusakan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Kerusakan (Form AUTP-7) pada aplikasi PROTAN/aplikasi SIAP.

Paling penting adalah, Petani tidak diperkenankan menghilangkan bukti kerusakan tanaman sebelum petugas asuransi dan penilai kerugian melakukan pemeriksaan. Dan petani dapat melakukan penanaman kembali setelah proses klaim berjalan. Petani wajib menyampaikan nomor rekening kelompok tani yang benar dan aktif melalui aplikasi PROTAN/aplikasi SIAP dan tidak dapat dikuasakan.

Sementara itu, Jasindo akan menerbitkan surat Discharge Form yang otomatis terbit di aplikasi PROTAN/aplikasi SIAP setelah Form AUTP-7 lengkap ditandatangani (disetujui melalui aplikasi PROTAN/aplikasi SIAP). Jasindo pun  melakukan pembayaran klaim selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak discharge form diterbitkan pada aplikasi PROTAN/aplikasi SIAP. Asuransi pelaksana menyampaikan pemberitahuan pembayaran klaim menggunakan SMS blasting melalui nomor telepon kelompok tani yang didaftarkan.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018