Monday, 06 December 2021


KTNA: Inilah Tantangan Asuransi Pertanian

20 Nov 2021, 16:27 WIBEditor : Yulianto

Realisasi AUTP | Sumber Foto:Dok. SInta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perubahan iklim ini adalah sesuatu yang pasti, petani pun sudah menyadari hal itu. Dengan kondisi tersebut petani harus bisa beradaptasi dengan iklim yang kian sulit ditebak. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) menjadi salah satu program perlindungan bagi petani.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Barat, H. Otong Wiranta, SP. MM menilai biaya premi AUTP sebesar Rp 36 ribu/ha sebenarnya sangat kecil. Sebab, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 144 ribu/ha dari total biaya premi Rp 180 ribu/ha. Karena itu, dirinya mendorong dan mengajak petani ikut program AUTP.

“Kalau dilihat Rp 36.000 sebenarnya kecil dan petani akan mendapatkan manfaat yang besar. Saat mengalami bencana alam banjir atau kena hama penyakit, petani akan mendapatkan pembayaran dari Jasindo sebesar Rp 6 juta. Ini sangat membantu,” kata Otong  saat webinar La Nina Datang, Asuransi Pertanian bikin Petani Tenang yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Rabu (17/11).

Namun demikian, Otong mengakui di lapangan banyak tantangan yang dihadapi. Pertama, sosialisasi perlu terus dilakukan. Misalnya, saat awal masuk musim tanam biasanya kelompok tani melakukan Rembug Tani, tapi sosialisasi AUTP terlupakan. Petani lebih banyak membicarakan soal air, varietas, tanggal tanam.

Kedua, petani masih belum merasa memiliki AUTP, karena belum merasakan manfaatnya. Tentunya ini menjadi tantangan bersama, bagaimana menggugah petani supaya merasakan manfaat AUTP.  “Kadang petani tidak memegang polis asuransi, padahal sudah mereka mendaftarkan asuransi. Ini menyebabkan petani belum bisa merasakan atau memiliki,” tuturnya.

Padahal menurut Otong, sebenarnya petani bisa mengunduh polis asuransi. Namun diakui, persoalannya adalah tingkat pengetahuan petani terhadap teknologi informasi, karena umumnya sudah berusia lanjut. Misalnya di Jawa Barat, dari 3,6 juta petani sekitar 65 persen berusia di atas 40 tahun. “Bagaimana mereka menggunakan HP android, ini tentunya menjadi tantangan kita bersama untuk terus menyosialisasaikan asuransi pertanian,” katanya. 

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018