Monday, 06 December 2021


Percepat Realisasi AUTP, Inilah Usulan KTNA

20 Nov 2021, 16:34 WIBEditor : Yulianto

Realisasi AUTP mandiri | Sumber Foto:Jasindo

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sudah hampir enam tahun program asuransi pertanian berjalan. Namun tak mudah mengajak petani untuk ikut mendaftarkan diri menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Bayangkan saja, sejak tahun 2015 diluncurkan hingga tahun 2020 kenaikkan peserta AUTP cukup lambat. Misalnya, tahun 2015 luas tanam hanya 239.499 hektar (ha), tahun 2016 naik menjadi 499.961 ha, tahun 2017 menjadi 997.960 ha.

Bahkan tahun 2018 turun menjadi 806.199 ha dan tahun 2019 naik kembali menjadi 971.218 ha dan tahun 2020 baru bisa mencapai 1 juta ha sesuai target pemerintah. Bahkan tahun 2021 tercatat sekitar 374 ribu ha.

“Perlu langkah mempercepat menyadarkan petani akan pentingnya AUTP,” kata Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Jawa Barat, Otong Wiranta saat talkshow La Nina Datang, Asuransi Pertanian  bikin Petani Tenang yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Rabu (17/11).

Menurut Otong, ada ada beberapa yang perlu didorong agar petani mau ikut program AUTP tersebut. Pertama tentunya penyampaian informasi yang terlihat belum sampai ke tingkat petani. Karena itu, sosialisasi yang lebih intensif dan menyeluruh.

Kedua melalui pendekatan program. Seperti diketahui, Kementerian Pertanian mempunyai banyak program bantuan seperti bantuan benih dan sarana produksi lainnya. Misalnya, petani yang mendapat bantuan benih dari Ditjen Tanaman Pangan diharapkan bisa ikut AUTP yang programnya ada di Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian.

Ketiga, menggali potensi kerjasama dengan stakeholder. “Ini juga saya pikir sangat mungkin dilakukan, karena banyak juga stakeholder yang berhubungan dengan petani. Misalnya perusahaan pupuk dan pestisida. Jadi bagaimana kontribusi mereka terhadap perlindungan petani,” katanya. Karena itu Otong berharap Jasindo perlu menggandeng perusahaan sarana produksi untuk ikut peduli terhadap petani.

Keempat, kepedulian pemerintah daerah juga penting supaya penyebaran AUTP bisa lebih luas. Contohnya, Pemerintah Daerah Karawang yang mencanangkan 10 ribu ha untuk program AUTP, begitu juga Kabupaten Bandung sebanyak 5 ribu ha. “Dengan cara ini penyebaran AUTP akan lebih merata dan nanti otomatis petani akan tertarik,” katanya.

Otong juga berharap kepala desa juga peduli terhadap petani. Apalagi kini ada anggaran dana desa untuk tanggap bencana. Ternyata informasi dari asosiasi kepala desa, dana tersebut bisa untuk membantu petani mengikuti program AUTP. Misalnya dana menetapkan 100 ha lahan yang ikut AUTP, maka anggaran yang disediakan hanya Rp 3,6 juta.

“Saya bicara terutama di Subang dengan beberapa kepala desa dan beberapa asosiasi kepala desa, mereka mau menyisihkan anggaran antara Rp 7 juta sampai 10 juta. Artinya mereka mau, terutama daerah yang rawan bencana,” tutur Otong.

Otong berusaha mendorong petani supaya terbiasa dan mau mendaftarkan sendiri AUTP. Jika dilihat nilainya Rp 36.000 sebenarnya kecil dan petani akan mendapatkan manfaat yang besar yaitu Rp 6 juta/ha. Artinya, untuk biaya usaha tani petani tak perlu berpikir lagi. “Insha Allah dengan biaya Rp 6 juta, petani bisa usaha tani kembali,” katanya.

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018