Monday, 06 December 2021


Daerah Berharap Cakupan Klaim AUTP Diperluas

20 Nov 2021, 16:53 WIBEditor : Yulianto

Petani tanam padi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) menjadi bentuk perlindungan bagi petani yang tanamannya puso karena bencana, seperti banjir, kekeringan dan terkena hama penyakit tanaman. Namun ternyata tak semua kerusakan saat ini tercover program pemerintah itu.

Karena itu daerah meminta pemerintah dan perusahaan asuransi Jasindo memperluas cakupan kerusakan yang bisa klaim asuransi. Misalnya, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Fakhrurrazi yang mengusulkan agar AUTP juga mencover kerusakan pada tanaman padi yang terkena serangan penyakit busuk bulir.

Selama ini katanya, petani padi di Aceh Besar yang melaksanakan program IP 400 kerap dihadapkan pada kendala serangan penyakit busuk bulir oleh bakteri yang terbawa benih. “Petani setempat berharap kejadian ini bisa diklaim sehingga petani tidak total mengalami kerugian,katanya.

Selain itu ia juga mengusulkan AUTP juga bisa mengganti tanaman padi yang rusak akibat serangan burung. Sebab burung menjadi hama juga luar biasa besar di wilayah Aceh Barat, Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan.

Petani diakui, kewalahan mengatasi serangan burung ini, terutama saat menjelang panen. "Petani berharap serangan burung yang berbuntut pada gagal panen bisa juga dilakukan klaim  oleh petani yang tanaman padinya diasuransikan," katanya.

Fakhrurrazi juga mengatakan, ada permintaan masyarakat agar di Aceh agar dihadirkan perusahaan asuransi pertanian  syariah atau Jasindo bisa membuka program AUTP Syariah. Nantinya perusahaan inilah yang bermitra dengan Pemda Aceh dalam kegiatan asuransi pertanian. 

Menurutnya, saat ini antusias petani  Aceh untuk bisa ikut program asuransi pertanian sangat tinggi. Bahkan dari tahun  ke tahun terus meningkat. Tingginya minat petani, karena adanya subsidi pembayaran premi yang nilainya lumayan besar.

Tahun ini yang mendaftar mencapai 16 kabupaten, padahal alokasi dana yang tersedia hanya bisa mengcover tiga  kebupaten. Karena itu, pihaknya telah melakukan revisi agar program asuransi pertanian benar-benar bisa membantu petani yang memang membutuhkan.

“Dengan keterbatasan anggaran, kami tidak bisa memenuhi keseluruhan permintaan petani. Untuk tahun 2022 ada permintaan asuransi pertanian seluas 12 ribu ha,” tuturnya.

Pada tahun 2021, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bekerjasama dengan Jasindo Sumut dalam program AUTP bagi petani Aceh.  Sejauh ini dukungan APBD dari target luasan 5.000 ha dan terealisasi seluas  4.800 ha. “Saat ini kami masih terus berkomunikasi intensif dengan Jasindo Sumut. Untuk tahun 2022 kami menyiapkan anggaran untuk luasan 4.000 ha,” kata Fakhrurrazi.

Sementara itu penyuluh Serdang Bedagai Sumatera Utara, R.E Gultom mengakui, program asuransi pertanian sangat membantu petani dalam mengatasi risiko usaha tani padi. Keberadaan AUTP bisa membuat petani tenang, terutama saat menghadapi cuaca yang cukup ekstrim seperti sekarang ini.

Di wilayah Serdang Bedagai saat ini terdata 6.500 petani tanaman pangan terdampak banjir. Bencana banjir kerap membuat tanaman padi milik petani rusak hingga gagal panen. Dengan dicover asuransi pertanian, petani yang lahan tanaman padinya terendam banjir bisa berharap mendapat penggantian dari pemerintah sehingga risiko kerugian bisa ditekan,” tuturnya.

Gultom menekankan bahwa keberhasilan program asuransi pertanian (AUTP) tak lepas dari keterlibatan dan kerja keras penyuluh pertanian. Karenanya para penyuluh terutama yang performanya baik  perlu mendapat insentif. “Misalnya insentif  diberikan bagi penyuluh yang bisa mengcover asuransi pertanian lebih dari 50 ha,” harapnya.

 

Reporter : Ika R
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018