Thursday, 30 June 2022


Cerita Muhaimin, Bantu Petani Mengakses KUR Klaster

03 Mar 2022, 10:03 WIBEditor : Yulianto

Muhaimin, Pengurus Koperasi Tani Mulus, Indramayu | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster menjadi salah satu cara mudah menyelesaikan persoalan permodalan bagi petani. Bahkan model klaster juga mempermudah petani mendapatkan agroinput sarana produksi dan juga dalam pemasaran hasil panen.

Seperti pengakuan pengelola Korporasi Mulus Tani, Muhaimin yang menjadi offtaker permodalan petani. Korporasi tersebut sudah tiga kali menyalurkan KUR bekerjasama dengan Bank BNI. “Dalam korporasi Tani Mulus, kami melakukan model chaneling agent bagi pembiayaan petani,” katanya saat webinar Bagaimana Mengakses KUR Klaster di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Melalui Koprorasi Mulus Tani, menurut Muhaimin, penyaluran KUR bersifat kolektif dalam satu pintu, sehingga mempermudah petani dan anggota kelompok yani mengakses KUR. Saat ini keanggotaan Korporasi Tani Mulus mencakup tiga kecamatan di Indramayu. Pertama, Kecamatan Cikedung dengan 7 desa yang terdiri dari 45 kelompok tani dan 7 Gapoktan. Lahan yang dikelola petani dalam klaster seluas 3.000 ha.

Kedua, Kecamatan Terisi sebanyak 9 desa, 64 kelompok tani dan 9 Gapoktan dengan lahan seluas 3.000 ha. Ketiga, Kecamatan Lelea sebanyak 11 desa, 68 kelompok tani 11 gapktan dengan luas lahan 6.000 ha. “Sampai 2022 ini total luasan lahan yang digarap dalam korporasi mencapai 10 ribu ha,” kata Muhaimin.

Sedangkan jumlah anggota korporasi yang berada di Kecamatan Cikedung sebanyak 1.375 orang, Kecamatan Terisi 787 orang dan Kecamatan Lelaa 580 orang. Total sampai Januari 2022 yang tergabung dalam korporasi Tani Mulus sebanyak 2.742 orang.

“Bukan hal yang mudah mengkonsolidasikan petani dan lahan. Kendala kami memang konsolidasi. Meyakinkan 2.742 orang untuk mau bergabung dalam klaster dan korporasi tidak mudah,” tuturnya.

Muhaimin bersyukur akhirnya banyak petani yang mau bergabung dalam korporasi. Ternyata diakui, melalui korporasi segala masalah petani bisa terurai dan minimal bisa dicarikan solusinya. Setidaknya ada tiga masalah petani yang bisa teruai yakni, pembiayaan, agroinput sarana produksi dan kepastian pasar. “Melalui klaster ketiga masalah dihadirkan dan pecahkan masalahnya dan kami berikan solusinya,” katanya.

Khusus masalah pembiayaan, Muhaimin mengungkapkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan BNI. Bahkan pihak perbankan telah memberikan pendampingan kepada petani hingga tiga kali proses pencairan berjalan dengan baik. “Petani atau anggota memang sempat menanyakan bagaimana metode penyaluran KUR-nya,” ujarnya.

Namun dengan adanya klaster, beberapa persyaratan perbankan yang harus dilalui petani bisa lebih mudah. Seperti apa sih pengalaman Muhaimim. Baca halaman selanjutnya 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018