Wednesday, 11 March 2026


Pupuk Subsidi Terbatas, Pupuk Organik Jauh Lebih Baik

15 Mar 2022, 11:20 WIBEditor : Yulianto

Pupuk organik dan hayati jadi pilihan terbaik saat pupuk subsidi terbatas

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pupuk organik kini menjadi salah satu pilihan petani saat ketersediaan pupuk subsidi terbatas. Namun di sisi lain penggunaan pupuk juga ramah lingkungan, bahkan dapat membantu memperbaiki tanah pertanian yang kini tengah sakit.

Dengan makin terbatasnya anggaran pemerintah, volume pupuk subsidi yang pemerintah berikan sangat kurang dibandingkan kebutuhan petani. Data Kementerian Pertanian, kebutuhan pupuk petani totalnya mencapai 23-26 juta ton. Sementara alokasi anggaran yang pemerintah sediakan hanya mampu memberikan subsidi untuk 9 juta ton. Artinya ada gap hampir 14-17 juta ton.

Karena itulah kerap terdengar kabar petani mengeluh langkanya pupuk subsidi. Jika melihat data alokasi pupuk subsidi, maka sebenarnya bukan langka, tapi memang jumlah pupuk subsidi sangat terbatas. Untuk itulah, pemerintah pun mendorong petani menggunakan pupuk organik.

Peneliti Ahli Utama Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian, Antonius Kasno mengakui, pupuk merupakan sarana produksi yang penting bagi usaha tani. Namun demikian, penggunaan pupuk anorganik yang selama ini dipakai petani bukan salah satunya untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

“Pemupukan itu harus tepat dosis, selain tepat waktu, cara dan jenisnya,” katanya. Selama ini lanjut Kasno, rekomendasi pemupukan di tingkat petani belum berdasarkan status hara tanah. Padahal Badan Litbang Pertanian sudah mengeluarkan alat Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk mengukur unsur hara tanah.

Menurutnya, semakin besar dosis pupuk anorganik tidak menjamin produktivitas makin tinggi. Ada saatnya memang pemupukan anorganik bisa meningkatkan hasil, tapi ada saatnya penambahan dosis pupuk anorganik justru membuat produksinya menurun.

“Pemupukan berimbang menjadi kunci meningkatkan hasil dan mencegah pencemaran lingkungan. Jadi sebaiknya pemupukan berdasarkan hasil dari pengujian dengan PUTS,” tuturnya.

Perbaiki Tanah yang Sakit

Ke depan Kasno melihat, penggunaan bahan organik dan pupuk hayati menjadi salah satu yang harus petani berikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. “Yang utama sekarang adalah perbaikan tanah melalui penggunaan pupuk organik,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan bahan organik akan memperbaiki proses biokimia dalam tanah. Pasalnya, tanaman padi tidak bisa menyerap bahan organik secara mentah, tapi harus dibuat menjadi anion dan kation agar mudah diserap tanaman. “Jika tanah unsur haranya makin baik, maka penggunaan pupuk anorganik akan makin berkurang,” tegasnya.

Sementara itu Peneliti BPTP Jawa Barat, Nana Sutrisna mengatakan, penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan membuat tanah menjadi sakit. Hasil kajian BPTP di sentra produksi pangan di Jawa Barat, kandungan C-organik tanah kurang dari 2 persen.

“Di beberapa wilayah, untuk meningkatkan produktivitas, petani menggunakan pupuk organik sampai 300 kg dan NPK sampai 400 kg, namun hasilnya tidak signifikan. Justru tanah menjadi jenuh,” katanya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, hama padi, terutama wereng makin meningkat. Ini terjadi karena penggunaan pestisida yang tidak selektif. Bahkan menyebabkan musuh alami dari wereng menghilang dan terjadi pencemaran lingkungan.

Dengan kondisi tanah yang makin jenuh, menurut Nana perlu adanya penambahan bahan organik. “Salah satu yang bisa petani memanfaatkan pupuk organik insitu seperti jerami. Jerami adalah aset besar untuk memperbaiki kesuburan tanah. Lahan sawah akan baik, jika fisik tanah juga diperbaiki,” katanya.

Menurut Nana, penggunaan NPK yang berlebih oleh petani menyebabkan unsur P dalam tanah meningkat. Karena itu, perlu ada upaya memanfaatkan P yang tersedia di tanah dengan mengurai menggunakan pupuk hayati.

Khusus penggunaan pupuk hayati, Nana mengatakan, saat ini sudah banyak produk yang dihasilkan, termasuk dari Badan Litbang Pertanian. Beberapa manfaat pupuk hayati diantaranya, mengandung zat pemacu pertumbuhan akar, daun, pembungaan dan pemasakan biji.

Pupuk hayati juga berguna untuk penambat nitrogen dari udara, pelarut fospat, serta pengambilan hama makro dan mikro tanah. Pupuk hayati juga berfungsi mengembalikan kesuburan dan kesehatan tanah, menjaga keseimbangan unsur hara dalam tanah, serta mengurangi kerusakan tanah.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018