
Pemerintah akan luncurkan Taxi Alsintan
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian terus berinovasi menghasilkan jenis alsintan terbaru guna mendukung industri dalam negeri. Apalagi di era kini mekanisasi pertanian menjadi salah satu upaya mendukung perluasan areal tanam baru maupun mengintesifkan lahan yang sudah ada.
Program peningkatan produksi pangan yang saat ini tengah menjadi fokus yakni pengembangan kawasan food estate. Penggunaan alsintan modern sebagai kunci keberhasilan, sehingga pertumbuhan industri alsintan dalam negeri pun turut menjadi perhatian.
Direktur Alsintan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah mengatakan, mekanisasi pertanian sebagai salah satu komponen pengembangan food estate maupun produksi pangan secara keseluruhan mempunyai peran yang sangat penting. Hal ini berkaitan dengan lahan yang luas, keterbatasan tenaga kerja dan percepatan waktu tanam. Untuk itu penggunaan alsintan dan irigasi sangat dibutuhkan.
Karena itu, Kementan telah menyalurkan bantuan alsintan kepada masyarakat sehingga meningkatkan level mekanisasi dari 0,22 hp/ha (tahun 2015) menjadi 2,10 hp/ha (tahun 2021). Tujuan dari bantuan alsintan tersebut kat Andi Nur, untuk membantu petani dalam budidaya maupun pascapanen dengan lebih efisien sehingga lebih menguntungkan.
“Alsintan yang diterapkan di masyarakat, sebagian merupakan hasil inovasi Kementerian Pertanian yang diproduksi oleh industri alsintan dalam negeri,” kata Andi Nur Alam Syah di Jakarta, Minggu (27/3).
Nur Alam menuturkan untuk mendukung industri alsintan dalam negeri, Kementan terus berinovasi. Nantinya alsintan tersebut akan dilisensi produsen dalam negeri untuk produksi. Sejak tahun 2016 sampai tahun 2021 sudah ada sekitar 15 perusahaan yang mengambil lisensi alsintan dari Kementan.
Alsintan yang sudah dilisensi oleh industri alsintan dalam negeri antara lain, transplanter jajar legowo oleh 10 perusahaan, Mini Combine Harvester (3 perusahaan), alat pengolah tanah multiguna (1 perusahaan), mesin olah tanah integrasi dengan tanam atau Rotatanam (2 perusahaan) dan mesin panen multi komoditi oleh 2 perusahaan.