Sunday, 26 June 2022


Minat Petani Serap KUR Alsintan Meningkat

12 Apr 2022, 10:11 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah akan luncurkan Taxi Alsintan | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang---Minat petani untuk melakukan pembelian alat mesin pertanian (alsintan) secara mandiri terus meningkat. Di Jawa Tengah, program Taksi Alsintan, makin banyak dikejar para petani. Taksi Alsintan ini merupakan program penyediaan alsintan secara mandiri pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Misalnya, Sugiyarto, petani asal Karanganyar, Kabupaten Demak, bersyukur keinginannya untuk bisa memiliki traktor crawler akhirnya terwujud. Ia mengapresiasi program yang diluncurkan pemerintah yang tak lagi mengandalkan proposal bantuan.

“Ini luar biasa, karena program KUR ini saya akhirnya bisa memiliki traktor untuk mengolah lahan pertanian saya sendiri,” kata Sugiyarto, saat Penyerahan Alsintan Pada Kegiatan Pengembangan Program Taksi Alsintan Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Jumat (1/4).

Sugiyarto mengaku sudah lama mengidamkan tractor roda crawler ini. Ini baru terwujud setelah Kementerian Pertanian langsung turun tangan membantu mempermudah kepemilikan alsintan melalui Program Taksi Alsintan.

Selain Sugiyarto, terdapat tujuh petani yang mendapat persetujuan untuk memperoleh KUR pembelian alsintan. Yakni, Supriyanto dan Subrihaji, petani asal Pati yang menerima KUR Traktor Roda Empat.

Kemudian Akhmad Kholid, petani asal Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Giarto dari Gondang, Sragen, Ali Aziz dari Wonosalam, Demak dan Sukran Anta asal Gabus, Pati, yang mendapat persetujuan KUR untuk pembelian combine harvester.

Giarto juga bersyukur KUR untuk pembelian combine harvester bisa direstui pihak bank. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak penyedia alsintan, pihak bank terutama Kementerian Pertanian yang telah sangat membantu dalam proses pencairan KUR ini. Ini nantinya digunakan untuk mengolah lahan pertanian seluas 300 hektare di desa kami,” tuturnya.

Petani Mandiri

Sementara itu, Direktur Alsintan Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah menegaskan, program Taksi Alsintan ini adalah upaya menghadirkan teknologi pertanian yang maju, mandiri dan modern di tengah-tengah petani.

Melalui program ini, petani tidak lagi tertuju kepada bantuan yang berasal dari APBN, tetapi bisa mengadakan pembelian sendiri dengan insentif dari KUR. “Ini yang kami dorong agar petani kita bisa lebih mandiri,” katanya.

Andi Nur mengatakan, dana pemerintah untuk bantuan alsintan ke petani memang sangat terbatas. Untuk tahun ini saja, anggaran belanja alsintan kini tersisa Rp 600 miliar. "Jadi Taksi Alsintan hadir sebagai terobosan dalam membantu petani untuk mengadakan pembelian alsintan dengan kredit ringan," ucapnya.

Sementara itu Koordinator Pelembagaan Alsintan Erna R. Wardhani menambahkan, Taksi Alsintan ini memang didorong agar petani bisa cepat berinovasi dan beradaptasi dalam pengelolaan pertanian, mulai dari olah tanah sampai panen. Lebih penting lagi, pertanian menjadi lebih menarik, sehingga bisa mendorong anak muda saat ini terjun ke pertanian.

“Dulu kan bapaknya petani, anaknya belum tentu. Tapi sekarang makin banyak petani milenial terjun ke pertanian karena pertanian itu keren. Megang traktor keren,” jelasnya.

Reporter : julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018