Thursday, 30 June 2022


Cegah Produksi Bablas, Petani Bondowoso Gerdal Blast

18 May 2022, 11:43 WIBEditor : Yulianto

Petani menggelar gerdal Blast | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso----Hama dan penyakit tanaman (organisme pengganggu tumbuhan/OPT) menjadi salah satu ancaman bagi upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan. Serangan OPT akan merontokkan produktivitas tanaman.

Berdasarkan hal tersebut tim penyuluh pertanian lapang melalui Kecamatan Curahdami di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bersama Petugas POPT tidak henti-hentinya merutinkan kegiatan pengamatan lapang tanaman pangan terhadap OPT. Saat ini kegiatan tersebut difokuskan pada Kelompok Tani (Poktan) Locare 5 yang terindikasi adanya serangan blast.

Tindak lanjut dari hasil pengamatan, dilakukan gerakan pengendalian (Gerdal) menggunakan bio fungisida dengan kandungan bakteri Streptomyces SP 106 cfu/gram dan bakteri Geobacillus SP 106 cfu/gram.

“Kita aplikasikan bio fungisida karena serangan masih dibawah ambang batas ekonomi. Namun melihat cuaca yang cenderung ekstrim, kegiatan harus segera dilaksanakan agar serangan dapat ditekan sedini mungkin,kata Sukartatik, selaku POPT Kecamatan Curahdami.

Gerdal dilaksanakan di lahan padi Poktan Locare 5 dengan luasan sekitar 8 ha. Petani di Desa Locare menggunakan pola tanam padi serempak dengan sistem tanam jajar legowo. Pada gerdal ini, mereka melibatkan 20 petani dalam pengaplikasian bio fungisida.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemerintah untuk mencegah turunnya produksi dan produktivitas tanaman pangan padi,” ujar Samsaimun, Koordinator BBP Congkrong yang turut hadir dalam kegiatan.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengakui, kondisi saat ini pertanian cukup rawan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. “Hama bisa merusak tanaman dan membuat petani gagal panen. Karena itu petani dan penyuluh harus mengantisipasinya segera,” pintanya.

Sementara itu sebagai pemimpin Presidensi G20 pada Kelompok Kerja Sektor Pertanian (Agriculture Working Group), Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Kementan mengusung tema keseimbangan jaminan pasokan pangan nasional dari sumber produksi pertanian dalam negeri, serta jaminan kelancaran perdagangan pangan dan pertanian lintas batas negara untuk menjamin kecukupan pangan bagi seluruh dunia.

Reporter : Hardianto/ Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018