Wednesday, 17 August 2022


BPP Ajung Latih Petani Sulap Sampah jadi Pupuk Organik  

04 Aug 2022, 11:28 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan budidaya maggot di BPP Ajung | Sumber Foto:BBPP Ketindan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jember ---Sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga, pasar tradisional, industri pangan olahan dan usaha kuliner kerap menjadi masalah lingkungan. Untuk mengatasi persoalan tersebut  BPP Kostratani Ajung, Jember menggelar pelatihan budidaya maggot yang kemudian untuk memproduksi pupuk organik

Maggot bisa dimanfaatkan sebagai sumber pakan dan tidak akan menimbulkan bau, sekaligus dapat mengatasi masalah lingkungan hidup. Budidaya maggot sebenarnya bukanlah hal yang baru, tetapi pemanfaatannya sebagai dekomposer masih belum dikenal petani di Jember.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ajung sebagai BPP Kostratani di Kabupaten Jember melaksanakan pelatihan pengembangbiakan maggot sebagai dekomposer yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di beberapa kelompok tani. Dua diantaranya berada di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung yaitu Poktan Tirto Bakti II dan Poktan Sinar Tani II.

Kedua Poktan ini sudah mengenal dan mengembangkan maggot sejak Januari 2022 secara swadaya didampingi penyuluh pertanian setempat. Dengan fasilitas seadanya dan modal terbatas kedua kelompok tani tersebut memanfaatkan limbah pertanian yang ada di sekitar.

Poktan Tirto Bakti II memanfaatkan limbah buah pepaya dan kohe sapi, sedangkan Poktan Sinar Tani II memanfaatkan limbah dari sayur okra afkir yang dikombinasi dengan kohe kambing. Selain mendapatkan maggot segar yang dijual sebagai pakan ternak, kedua kelompok tani juga mendapatkan hasil samping berupa kasgot dan POC.

Menjelang medio 2022 ini, usaha kedua kelompok tani tersebut mendapat dukungan dari BPP Ajung melalui program CSA-SIMURP berupa fasilitasi pelatihan pembuatan pupuk organik dengan dekomposer maggot. Dengan fasilitasi tersebut kedua kelompok tani dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan ke petani anggotanya. Semula hanya pengurus yang terlibat.

Dari pelatihan ini diharapkan anggota kedua kelompok tani makin meningkat pemahamannya tentang manfaat maggot dan produk hasil sampingnya terhadap pertanian berkelanjutan (sustainable farming) dan Konsep Going Zero Waste.  

Peserta pelatihan juga mulai mengaplikasikan Bokagot dan POC. Misalnya, Munir dari Poktan Sinar Tani II telah mengaplikasikan pada tanaman kacang panjang. Hasil panen yang biasanya hanya 15 kali petik, kini mencapai 30 kali petik.

Pada tanaman jagung bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia, karena hanya menggunakan 25% pupuk kimia. Namun di sisi lain mampu meningkatkan produksi sebesar 30 persen. Sedangkan untuk tanaman padi masih diujicobakan pada pertanaman MK I MT 2022 ini.

Kurangi Pupuk Kimia

Hasil penelitian Pakar BSF, Prof. Agus Pakpahan di perkebunan tebu daerah Lampung dan Sumatera Selatan, dengan memanfaatkan pupuk cair magot bisa mengurangi dosis pupuk NPK sebanyak 50 persen yaitu hanya 60 liter/hektar. Ini tentunya dapat menekan biaya produksi.

Maggot merupakan larva dari lalat BSF (Black Soldier Fly) yang berguna sebagai pengurai (dekomposer) sampah organik dengan daya urai dipercaya 3 kali lebih cepat dari pengurai alami.

Sampah organik dapat dihasilkan dari kegiatan bertani sehari-hari. Misalnya dari sisa tanaman setelah panen, buah dan sayur afkir, serta kotoran hewan (kohe). Sampah tersebut seringkali dibuang dan dibiarkan membusuk, sehingga menghasilkan gas metana.

Biasanya maggot segar (fresh maggot) dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan, unggas dan reptil karena kandungan proteinnya cukup tinggi (40-48 persen). Sedangkan maggot kering (dried maggot) biasanya untuk pakan ikan hias dan kucing, selain juga bisa dibuat tepung dan pellet.

Budidaya maggot kini memang telah marak. Namun selama ini kebanyakan pelaku budidaya terfokus pada pembesaran maggot untuk pakan. Padahal hasil samping dari budidaya maggot juga tak kalah menguntungkan.

Hasil sampingnya berupa kasgot (bekas kotoran maggot) dan pupuk cair dari hasil biokonversi maggot. Kasgot dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk organik padat untuk campuran media tanam.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesmepatan mendorong Kostratani untuk terus membimbing petani. “Saya berharap Kostratani memberikan lompatan besar untuk kemajuan pertanian di Indonesia, dan ini memerlukan langkah yang extraordinary dan out of the box asalkan tetap sesuai aturan,” ungkap SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengapresiasi penumbuhan dan penguatan BPP Kostratani menjadi bagian dalam program utama BPPSDMP.

Selain penyuluhan dan pendidikan, pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian mileniali sebagai program utama Kementan,” kata Dedi.

Penguatan BPP Kostratani untuk mendukung gerakan pembangunan pertanian harus dilakukan dengan berbagai cara. Seperti pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian, dan kolaborasi penyuluh pertanian dan petugas teknis fungsional lainnya.

Reporter : Fajriyah Ulfah/ Yeniarta
Sumber : BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018