Sabtu, 01 Oktober 2022


Better Life Farming Center, Bayer Indonesia Tumbuhkan Ekosistem Bisnis Pertanian

11 Agu 2022, 23:44 WIBEditor : Gesha

Better Life Farming Center | Sumber Foto:Bayer Indonesia

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Bayer Indonesia melihat permasalahan pertanian Indonesia masih kurang diselesaikan secara holistik (menyeluruh), terutama di perdesaan yang menjadi sentra pertanian tersebut. Karenanya, Better Life Farming Center hadir untuk lebih dekat dengan petani dan tumbuh bersama petani. 

Smallholders Farming Manager Bayer - Crop Science dari Bayer Indonesia, Dani Prasetya dalam Media Trip Kunjungan Desa Tangguh Indonesia Kuat di Desa Ciasihan, Kamis (11/08) malam mengatakan inisiatif Bayer ‘Better Life Farming’ memfokuskan pada tiga pendekatan yakni kemitraan dengan pelaku bisnis di sepanjang rantai nilai, pemberdayaan kios tani di level desa sebagai penghidup ekosistem bisnis pertanian, dan pemberdayaan petani dengan teknologi mutakhir.

"Tujuan program ini, kita meningkatkan produktivitas petani, meningkatkan pendapatan petani, membangun enterpreneurship di tingkat lokal hingga akhirnya bisa membangun ekosistem bisnis berkelanjutan agar pertanian bisa lebih holistik," jelasnya. 

Untuk mencapai hal tersebut, Bayer Indonesia menyadari pentingnya meningkatkan akses petani terhadap pengetahuan dan inovasi teknologi. Kemudian akses pasar hingga akses kepada teknologi digital seperti teknologi drone. "Guna mewujudkan hal itu, kita membangun Better Life Farming Center (BLFC) yang merupakan smart kios dan one solution kios," tuturnya. 

Dalam ekosistem ini dilibatkan juga para pengumpul (off-taker), asuransi pertanian, lembaga keuangan (KUR pertanian atau fintech) yang menyediakan akses permodalan tanpa jaminan, penyedia layanan drone, serta retailer dan distributor Agri-input.

Seluruh BLFC dibina dan dikembangkan oleh Bayer bersama para mitra, dengan pelatihan serta pendampingan intensif kepada pemilik maupun pengelola. Sehingga BLFC dapat menjadi pusat pengembangan terpadu bagi para petani sekitar terutama dalam membuka akses ke pasar hingga pinjaman modal usaha. 

"Kios lokal, BUMDES, Koperasi Petani, Toko Pertanian dan lainnya bisa menjadi BLFC yang akan menjadi sentra dari Bayer Indonesia untuk distribusi produk Bayer seperti benih, pestisida dan mitra lainnya, " jelasnya. 

Selain hanya menjadi toko pertanian modern, BLFC juga menjadi off taker petani agar memotong rantai pasok pangan. "Di sekitar BLFC juga akan terdampak karena aksesbilitas akan semakin mendekat, " tuturnya. 

Melalui BLFC ini juga, Bayer Indonesia bisa melakukan kegiatan penyuluhan langsung kepada petani melalui program Better Life Farming, antara lain demplot rutin per musim tanam, sekolah lapangan rutin per musim tanam. Bahkan Bayer Indonesia secara rutin juga akan melakukan Temu Lapang Spesial yang akan berdampak dengan desa-desa sekitar. 

Better Life Farming Center dikelola dengan pendekatan holistik terhadap kesejahteraan petani. Tidak hanya diukur dari kesejahteraan finansial, tetapi juga kesetaraan gender dan kesehatan. Better Life Farming memberikan pelatihan khusus untuk para petani perempuan serta memberikan pendidikan terkait kesehatan reproduksi dan akses terhadap alat kontrasepsi modern kepada perempuan tani dan istri petani. 

"Sehingga, petani dilatih, membangun enterpreneur melalui smart kios, dan saat bersamaan, akses dan edukasi kesehatan masyarakat juga bisa masuk. Dengan demikian, Bayer Indonesia melakukan kegiatan komersial dan keberlanjutan (sustainability) di waktu yang sama dan tempat yang sama, " jelasnya. 

Ditargetkan, hingga tahun 2030 mendatang, secara nasional Bayer Indonesia mampu menumbuhkan 3000 BLFC dan 10 persen diantaranya adalah perempuan. Hingga 2022, Bayer Indonesia sudah memiliki 477 dari target 616 BLFC secara nasional. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018