
Petani tanam padi
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Inovasi Biosaka kini menjadi salah satu alternatif pemupukan di tengah terbatasnya pupuk subsidi. Untuk mengetahui efektifitasnya, musim tanam ini BBPOPT (Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan) melakukan kajian dalam pengelolaan OPT padi dengan menggunakan biosaka.
"Kajian Biosaka termasuk perlindungan tanaman dengan pertimbangan ekologi yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Juga teknik pengendalian yang dilakukan berusaha menekan populasi atau intensitas serangan tetapi sekaligus memperhatikan dampak terhadap kelestarian lingkungan," kata Kepala BBPOPT, Enie Tauruslina Amarullah.
Menurutnya, kegiatan perlindungan tanaman perlu dilakukan secara teratur agar produksi pangan tidak terganggu. Aplikasi Biosaka dilakukan setiap 2 minggu dengan variabel pengamatannya. Yakni jumlah anakan, tinggi tanaman, panjang bulir, panen dengan jumlah 1.000 bulir, gabah hampa, gabah bernas, jumlah tangkai menghasilkan bulir dalam 1 rumpun, produktivitas dan produksi.
Kementerian Pertanian saat ini terus menderaskan penggunaan Biosaka terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pertumbuhan guna meningkatkan produksi padi. Langkah ini penting mempertahankan hingga meningkatkan surplus beras yang saat ini dicapai.
Melansir data hasil Survei Cadangan Beras Nasional Tahun 2022 (SCBN22), dengan rata-rata konsumsi beras per tahun 27,13 juta ton, surplus beras 2019 - 2022 sebesar 9,48 juta ton dan stok beras nasional pada 30 April 2022 (menjelang lebaran) 10,15 juta ton.
Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Bambang Pamudji mengatakan bahwa saat ini Indonesia dihadapi pada naiknya harga pupuk, pestisida kimia dan pupuk bersubsidi pun jumlahnya terbatas.
Dengan penggunaan bahan alami Biosaka yang selama ini dikembangkan tentu menjadi alternatif untuk bisa diterapkan karena beberapa pengalaman menunjukkan bahwa penggunaan Biosaka itu dapat mengurangi penggunaan pupuk dan meningkatkan jumlah produksi
“Kami berusaha untuk Biosaka jangan hanya kebetulan, tapi juga untuk didedikasikan secara ilmiah. Yang artinya bahwa metodologi Biosaka ini bisa dipelajari dan dilakukan oleh semua orang,” kata Bambang saat panen demplot padi penggunaan Biosaka di lahan percobaan Balai Besar Peramalan OPT, Karawang yang disiarkan langsung melalui webinar BTS Propaktani, Kamis (18/8).