
Sumiran Petani Durian
TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran --- Siang itu, Sumiran sedang sibuk memelihara larikan tanaman durian yang menjadi tanggungjawabnya. Rerumputan yang ada disekitar tanaman durian, yang berumur 3 tahunan tersebut dibersihkan dan diberikn pupuk MKP yang berguna mendorong pembungaan.
Sumiran adalah ketua Pokja Demplot durian di blok Sigagan, desa Lerep. Ada 10 orang petani di blok ini, masing-masing bertanggung jawab memelihara 1 larik tanaman, terdiri dari 7 – 10 batang pohon durian, yang dtanam pada tanggal 27 Maret 2019.
Masih ada 5 blok lain semacam blok Sigagan ini yang digunakan sebagai demplot durian. Mulai dari Blok Degondo dipimpin Saud, blok Si Geblek dipimpin Rochimin, blok Si Bedil dipimpin oleh Kintono, Si Plawangan dipimpin Hasanudin dan blok Si Jati dipimpin Slamet
Memang bulan Agustus adalah saat pohon durian mulai berbunga. Bahkan beberapa pohon di larikan lain, sudah ada yang berbunga lebat.

Varitas durian yang ditanam disini bukan varitas ecek-ecek, semua berasal dari bibit durian varitas unggul bersertfikat. Diantaranya varitas Kromo Banyumas atau durian Bawor, varitas Musang King dan D 23 dari Malaysia, serta ada Petruk dan Montong.
Embung Sebligo Lerep
Para petani tersebut dapat menanam durian varitas premium, karena penanaman masal pohon durian di desa Lerep, kecamatan Ungaran Barat, kabupaten Semarang, Jawa Tengah, merupakan tindak lanjut pemanfaatan air Embung Sebligo Lerep, yang mendapat dukungan dana dari CSR Pertamina, melalui Yayasan Obor Tani Semarang.
Embung Sebligo Lerep adalah sebuah danau buatan berukuran 40 x 60 meter, bantuan dari Yayasan Obor Tani. Tujuan dibangun embung adalah untuk menampung air hujan dimusin penghujan, untuk dimanfaatkan pada musin kemarau.
Agar manfaat dari air embung dapat dimaksimalkan, maka dipilihlah tanaman buah-buahan bernilai jual tinggi. Telah dibangun jaringan pipa-pipa paralon untuk mengalirkan air dari embung sampai ke tanaman durian dikebun-kebun petani.
Disamping bibit durian dan jaminan pengairan, para petani juga mendapat bantuan sarana produksi berupa pupuk dan pestisida. Berkat ketekunan petani dan bimbingan dari petugas “Obor Tani” dan Penyuluh Pertanian setempat, tanaman durian disini menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Pada umur 2 tahun lebih sudah ada tanaman yang berbunga dan berbuah. Namun belakangan diketahui, tanaman yang dibuahkan selagi masih sangat muda mengakibatkan pertumbuhan yang kurang sehat. Sedang yang sekarang sudah mulai berbunga justru menunjukkan pertumbuhan tanaman yang kokoh dan subur.
Kesejahteraan petani
Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, ST, mengatakan bahwa bantuan CSR dari Perrtamina melalui Yayasan Obor Tani, yang berupa pembangunan embung dan penanaman durian super sungguh dimanfaatkan semaksimal mungkin, untuk kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat desa Lerep pada umumnya.
Dengan bendera “ Sentra Pemberdayaan Tani “ pada tanggal 27 Maret 2019 telah dibagi kepada 145 petani, bibit durian sebanyak 3.000 batang, yang akan ditanam pada 145 lahan didesa Lerep.
Sumaryadi merelakan tanah bengkok Kepala Desa untuk digunakan sebagai percontohan atau Demonstrasi Plot (Demplot), yang setelah di bagi-bagi menjadi 6 blok tersebut.

Pada lahan demplot yang ternyata adalah tanah bengkok, atau gaji kepala desa, sudah diatur pembagian hasil ketika tanaman durian telah menghasilkan buah.
Hasil penjualan buah durian akan dibagi 3. Sepertiga untuk petani pemelihara, sepertiga untuk kepala desa dan sepertiga lainnya untuk kas desa.
Secara tradisional, kata Sumaryadi, masih ada buah durian yang akan disisihkan untuk “suguh tamu”. Atau sajian bilamana ada tamu.
Dalam menjual buah durian, Sumiran mengatakan petani tidak perlu kuatir. Apabila petani dapat menjual sendiri buah durian tersebut, maka dipersilahkan menjual sendiri. Namun apabila petani mengalami kesulitan, maka pihak Yayasan akan menjualkan dengan harga yang disepakati Bersama.
“Embung Sebligo juga dimanfaatkan oleh penduduk untuk memelihara ikan. Sekarang embung itu berisi empat jenis ikan yaitu lele, bawal, nila, dan graskap,” tambahnya.

Embung yang berada pada ketinggian 600 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini jadi salah satu destinasi desa wisata di Kabupaten Semarang. Yang semula hanya berfungsi sebagai irigasi sawah dan perkebunan, tapi kini mulai bermetamorfosis jadi obyek wisata produktif andalan Desa Lerep.
Komplek Embung Sebligo sendiri dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso. Pokdarwis bekerja dengan sistem bagi hasil dengan BUMDes Lerep.
Kades Lerep Sumariyadi mengatakan, selama ini Embung Sebligo telah menjadi tempat menggelar pasar kuliner tradisional setiap Minggu Pon, di mana pengunjung dapat memasuki area embung secara gratis untuk menikmati aneka kudapan tempo dulu.