
Bank Sumsel Babel berikan kemudahan debitur untuk mengakses KUR
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Tak mau kalah dengan bank BUMN, bank-bank daerah pun berusaha menggaet debitur untuk menyerap KUR. Seperti Bank Babel Sumsel yang memberikan berbagai kemudahan.
“Di Bank Babel Sumsel, bukan hanya bunganya murah, kami tidak memungut biaya provisi dan admnistrasi, bahkan kami asuransi kredit menjadi bagian. Persyaratannya juga mudah, proses kreditnya cepat dan sederhana,” kata Antonius Prabowo Argo, Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel. Bank Sumsel Babel adalah salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Bagi Antonius, sebenarnya dengan bermodalkan KTP suami-istri dan mempunyai usaha, debitur bisa meminjam KUR ke bank penyalur. Nantinya, petugas yang akan membantu calon debitur. Sebab jika petani harus menghafal persyaratan KUR secara keseluruhan tentu akan sulit.
”Jadi biarkan petugas bank yang akan mengecek kelayakan dan data calon debitur, apakah punya pinjaman lain atau tidak, apakah ada riwayat kredit dan sebagainya. Bank nantinya yang akan memberikan informasi lengkap,” tuturnya.
Dengan berbagai kemudahan yang diberikan Bank Sumsel Babel, Antonius berharap KUR dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Diharapkan juga penerima KUR bisa naik kelas, baik dari sisi bisnisnya maupun hal lain sesuai harapan pemerintah. “Semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati KUR, semakin baik,” katanya.
Antonius mengungkapkan, setiap tahun penyaluran KUR Bank Sumsel Babel selalu mengalami peningkatan, baik kuota maupun realisasi. Untuk realisasi penyaluran KUR Tahun 2022 posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,882 triliun kepada 35.203 debitur atau 99,9 persen dari target 2022 sebesar Rp 1,883 triliun.
Realisasi KUR Tahun 2022 sebesar 53 persen (Rp 994 miliar) untuk KUR Mikro, disusul KUR Kecil sebesar 43 persen (Rp 813 miliar), sisanya tersebar di KUR Super Mikro sebesar 4 persen (Rp 73 miliar) dan KUR PMI (Pekerja Migran Indonesia) sebesar 0,04 persen (Rp 740 juta). “Hal ini menarik, apalagi saat masa pendemi Covid-19, ternyata UMKM masih bisa tumbuh dan berkembang. KUR bisa dikatakan sebagai soko guru pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Bahkan yang cukup menggembirakan Antonius adalah penyaluran KUR terbesar untuk sektor pertanian hingga 51%. Pada tahun 2023, Bank Sumsel Babel telah mendapatkan kuota KUR sebesar Rp 2,4 triliun. “Keuntungan bagi kami nomor dua. Utamanya adalah masyarakat bisa menikmati KUR,” tambahnya