Wednesday, 21 October 2026


Taksi Alsintan, Pacu Roda Modernisasi

03 Apr 2023, 05:54 WIBEditor : Yulianto

Alat mesin pertanian membantu pekerjaan petani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Alat dan mesin pertanian (alsintan) memiliki urgensi yang sangat penting dalam mengakselerasi modernisasi pertanian. Untuk memasifkan penggunaan alsintan di kalangan petani, pemerintah memperkenalkan program Taksi Alsintan. Program tersebut diluncurkan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke salah satu industri alsintan di Jawa Timur.

Ketua Subkelompok Alat dan Mesin Perkebunan dan Peternakan, Direktoratsintan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Cahya Trilaksana mengakui, alsintan membantu petani dalam melakukan pekerjaan pertanian dengan lebih cepat, mudah, dan efisien.

“Dengan alsintan juga memungkinkan petani menanam, memanen dan memproses tanaman dengan cepat dan efisien, meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi biaya produksi,” katanya dalam Webinar: Masifkan Alsintan, Tingkatkan Produksi Pertanian yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Selasa (21/3).

Tak hanya itu, alsintan juga membantu mempercepat proses produksi dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas pertanian. Dengan adanya alsintan, petani tidak perlu lagi mengandalkan pekerjaan manual yang memerlukan banyak tenaga manusia, sehingga membantu mengurangi biaya produksi.

Misalnya saat panen. Jika secara manual, petani memerlukan waktu kerja selama 252 jam/ha. Tapi dengan penggunaan combine harvester hanya perlu waktu 3,5 jam/ha. Dari sisi biaya juga lebih murah. Panen secara manual memerlukan biaya sebesar Ro 2,6 juta/ha, dengan alsintan hanya perlu Rp 1,9 juta/ha. Susut hasil juga berkurang yang sebelumya (manual) mencapai 9,4 persen, dengan aslintan hanya 3 persen.

Cahya mengakui, jumlah penggunaan alsintan di tingkat petani masih sangat rendah. Terlihat dari perbandingan kebutuhan alsintan per unitnya terhadap ketersediaan alsintan sejak 2017 hingga 2022. Dengan luas baku sawah sekitar 7,4 juta ha, kebutuhan alsintan pra panen (traktor roda 4, traktor roda 2, pompa air, rice transplanter dan hand sprayer) sebanyak 1.353.463 unit. Sedangkan ketersediaannya hanya 283.285 unit  (tahun 2022). Artinya, masih ada kekurangan sekitar 1.070.178 unit untuk alsintan pra panen.

Berbagai upaya pun dilakoni Kementerian Pertanian untuk meningkatkan akses petani terhadap alsintan. Salah satunya menggulirkan bantuan alsintan. Data Kementerian Pertanian, belanja kebutuhan bantuan alsintan kepada petani pada 2015 sebanyak Rp2,5 triliun. Namun tahun 2020 hingga 2022 pembelian alsintan untuk petani berkurang hingga tersisa Rp700 miliar.

Untuk optimalisasi alsintan, pemerintah memberikan pelatihan, penguatan Brigade Alsintan di Dinas Pertanian agar pemanfaatan bantuan tersebut optimal. Selain itu, pemberdayaan Poktan/Gapoktan dengan peningkatan fasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan UPJA. “Kami juga mendorong daerah memonitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan alsintan,” katanya.

Reporter : Gsh
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018