Kamis, 30 Mei 2024


Jangan Tertipu, Kenali Ciri-ciri Pestisida Palsu Sebelum Menggunakannya

11 Apr 2023, 03:49 WIBEditor : Gesha

Jangan tertipu pestisida palsu | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dibalik manfaat yang besar dari pestisida, terdapat ancaman yang mengintai yaitu pestisida palsu. Jangan tertipu oleh penawaran harga yang murah, karena nyawa dan kesehatan kita lebih berharga daripada uang. Simak informasi selengkapnya di artikel ini.

Pestisida merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan usaha pertanian, mulai dari penanaman tanaman pangan, sayuran hingga perkebunan.

Penggunaannya yang tepat membantu petani dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit yang mengancam pertumbuhan tanaman.

Namun, sayangnya penggunaan pestisida juga memberikan celah bagi para penjahat untuk memperoleh keuntungan dengan meracik pestisida palsu. 

Para pelaku usaha nakal memiliki beragam modus operandi dalam memalsukan pestisida. Beberapa di antaranya termasuk mengisi ulang botol bekas dengan pestisida palsu, mengganti sebagian isi botol dengan bahan lain atau mencampurnya dengan bahan pengencer sehingga mengurangi konsentrasi bahan aktif pestisida yang seharusnya terkandung di dalamnya.

Umumnya, pestisida palsu ini dijual dalam jumlah kecil atau bahkan dijual eceran. Praktik memalsukan pestisida seperti ini dapat merugikan petani, baik secara finansial maupun dari segi kesehatan.

Oleh karena itu, penting bagi para petani untuk memperhatikan sumber dan kualitas pestisida yang mereka gunakan agar terhindar dari kerugian akibat penggunaan pestisida palsu.

Untuk mengenali pestisida palsu, para petani dapat memperhatikan beberapa hal pada kemasan dan isi pestisida yang mereka gunakan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

Perhatikan kemasan botol pestisida, apakah terdapat bekas lem berwarna putih atau kuning di belakang label? Hal ini dapat menunjukkan tanda-tanda bahwa botol bekas telah diisi ulang dengan pestisida palsu.

Perhatikan label pestisida dengan baik, apakah terdiri dari dua lembar? Cobalah membuka lembar pertama dan perhatikan apakah dapat ditempel kembali dengan mudah. Jika tidak, maka dapat menunjukkan tanda-tanda bahwa pestisida tersebut palsu.

Cek nomor batch pada label pestisida. Pestisida yang asli biasanya memiliki nomor batch yang jelas tertera pada label, sedangkan pestisida palsu tidak memiliki nomor batch atau memiliki nomor batch yang tidak jelas.

Periksa tutup botol pestisida, apakah terdapat bekas lem atau penanda yang menunjukkan adanya manipulasi pada tutup tersebut. Perhatikan juga apakah tutup botol menempel dengan sempurna atau bahkan miring, karena hal tersebut dapat menunjukkan adanya tanda-tanda pengisian ulang dengan pestisida palsu.

Buka botol pestisida dan perhatikan apakah terdapat gumpalan pada cairan, serta perhatikan warna dan bau cairannya. Jika terdapat perbedaan warna atau bau yang mencurigakan, dapat menjadi indikasi adanya pestisida palsu.

Sangat penting bagi para pedagang dan petani untuk selalu waspada dan memperoleh pestisida dari sumber yang jelas dan terpercaya.

Dalam hal ini, para petani disarankan untuk membeli pestisida dari toko atau agen resmi yang terdaftar dan memiliki reputasi baik.

Apabila ragu mengenai keaslian pestisida yang akan dibeli, disarankan untuk menghubungi petugas PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) untuk mendapatkan saran dan informasi yang lebih lengkap.

Jika petani mendapatkan pestisida yang mencurigakan atau tidak memenuhi standar, segera hubungi pihak berwajib atau layanan hotline Croplife (24 jam) di nomor 081316641363.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018