
Pendampingan penggunaan aplikasi RiTx Bertani untuk petani binaan BI KPW Yogyakarta
TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Start up asal Yogyakarta, Mitra Bersama Membangun Bangsa (MSMB) mencoba menerapkan inovasi pemanfaatan IoT pada bidang Agricultural Technology. Team MSMB mencoba mencari problem-problem dari customer khususnya para petani, untuk kemudian menciptakan teknologi yang bisa membantu petani dalam melakukan budidaya pertaniannya.
Hal tersebut diungkapkan Chief Executive Officer PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), Yono Natawidjaya saat ditemui di kantor MSMB Kawasan Bantul Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Yono menjelaskan MSMB memiliki 2 Departemen yaitu RiTx Bertani dan RiTx Market. RiTx Bertani fokus pada pembuatan teknologi pertanian, sementara RiTx Market diciptakan sebagai offtaker buah-buahan dan sayur sayuran dari para petani yang bekerjasama dengan pihak MSMB.
“Hasil pertanian tersebut kemudian dipasarkan baik di modern market atau kios-kios di Indonesia. Sekilas tentang MSMB, di satu sisi berkonsentrasi memecahkan problem petani, sisi lain adalah bagaimana membantu petani menyalurkan hasil panen melalui MSMB ke pasar Indonesia,” tambahnya,
Smart Farming
Smart farming merupakan salah satu upaya yang dikebangkan MSMB untuk memecahkan masalah petani dari hulu sampai hilir. Ada 3 alat berbasis IoT yang sudah dibuat MSMB yaitu Jinawi, Batara dan Amerta.

Yono menjelaskan Jinawi merupakan alat yang sangat dibutuhkan petani dan wajib dimiliki. Karena sangan membantu petani pada saat akan melakukan budidaya atau tanam.
“Mereka bisa mengukur kadar N, P, K dan PH di dalam tanahnya. Sekarang petani itu kan semua tradisional, mereka nggak ada alat untuk mengukur N, P, K dan Ph di dalam tanahnya,” tambah Yono.
Lebih lanjut Yono menambahkan, bahwa Jenawi memiliki perbedaan dari para kompetitor yang ada di pasaran. Selain harga yang lebih terjangkau, Jenawi juga memiliki fitur tambahan yaitu petani akan di infokan tentang rekomendasi budidaya.
“Jadi dia bisa tahu berapa kebutuhan N, P, dan K atau PH nya berapa. Misal PH rendah bisa ditambah dolomit, atau kalau N nya sudah tinggi, untuk apa ditambah N. Jadi dengan Jinawi petani bisa melakukan efisiensi dalam penggunaan pupuk,” tegasnya.
Selain Jinawi, MSMB juga memiliki Batara yang merupakan Smart Pest Detection. Dengan smart pest detection bisa diketahui perkembangan dari tanaman yang ditanam oleh petani, dari sisi serangan hama yang bisa dilihat dari bentuk daunnya.

Teknologi lain yaitu Amerta yang merupakan alat irigasi tetes yang dibuat dengan berbagai keunggulan sehingga berbeda dari produk yang saat ini beredar atau dibuat oleh petani.
“Sebenarnya banyak orang sudah bikin seperti itu, tapi kita betul-betul buat sedemikian rupa sehingga kita punya deferensiasi dengan kompetitor yang ada. Smart irigation ini sangat penting buat di green house,” Ungkapnya.
Sementara itu Head of Marketing at PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), Vitri Juniati mengatakan bahwa ketiga teknologi yang ada di MSMB tersebut merupakan sitem pintar berbasis IoT yang terintegrasi dengan aplikasi RiTx Bertani.
“Rekomendasi pemupukan pada Jinawi itu dari RiTx Bertani, di Jinawi itu ada sensor NPK dan PH nya. Petani tinggal melihat misalkan untuk komoditas A luas lahan berapa kemudian akan keluar rekomendasi untuk pupuk. Kalau nilai N, P, atau K nya tidah sesuai dengan yang direkomendasikan oleh kami, itu nanti ukurannya akan jelas,” tambahnya.
Vitri mengaku bahwa MSMB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agritech dan agribisnis yang memiliki berbagai macam tehnologi di lahan, yang digunakan petani budidaya melalui aplikasi yang telah dikembangkan, dan setelah panen hasilnya diserap.