Senin, 04 Maret 2024


Kambing Kejobong dan Lada Potensi Besar yang Perlu Digarap

20 Agu 2023, 08:22 WIBEditor : Yulianto

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat pencanangan program UPLAND | Sumber Foto:Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga

Proyek yang dibiayai Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan ekonomi dan pembangunan, mempromosikan produk pertanian bernilai tinggi dan ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

 “UPLAND bertujuan untuk menigkatkan produktivitas pertanian di lahan dataran tinggi dan meningkatan pendapatan petani,” kata Kepala Dinas Pertanian Purbalingga, Mukodam.

Daerah dataran tinggi mempunyai potensi untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Program UPLAND di Purbalingga diakui Mukodam bermanfaat besar bagi masyarakat. Komoditas yang dikembangkan adalah kambing dan lada yang berlokasi di dua kecamatan yakni Pengadegan dan Kejobong.

“Kenapa dua kecamatan itu yang dipilih? Sesuai tujuan UPLAND yakni untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah dataran tinggi,” katanya.

Untuk komoditas kambing, Mukodam mengungkapkan, varietas kambing yang sudah mendapatkan sertfikasi dari Kementerian Pertanian sebagai kambing unggul lokal yakni kambing Kejobong. Sedangkan untuk lada, Purbalingga pernah menjadi sentra lada di Jawa Tengah. ”Karena itu keberadaan UPLAND untuk mendorong keberadaan dua komoditas tersebut sangatlah tepat,” tegasnya.

Mukodam menjelaskan, UPLAND di Purbalingga dimulai tahun 2021. Hingga kini yang sudah terlaksana adalah pembangunan infrastruktur. Diantaranya jalan usaha tani untuk 15 kelompok, kemudian ada kambing juga untuk 16 kelompok, sumur bor untuk 16 kelompok.

Pada Tahun 2022 sebagian kelompok tani tersebut mendapat bantuan yang sama ditambah bibit lada. Kelompok tani tersebut akan mendapatkan bantuan berupa 67 ekor kambing, kandang kambing,  alat pengolah pupuk organik, jalan usaha tani, sumur bor, bibit lada, pupuk organik, serta bibit hijauan pakan.

Mukodam berharap, nantinya sistem pertanian di lokasi UPLAND terkonsentrasi dan tersentralisasi menjadi satu pintu. Dari mulai pola budidaya, pasca panen dan pengolahan sesuai dengan SOP-nya. Dalam pemasarannya diharapkan melalui lembaga corporate farming.

”Jadi nantinya petani fokus dan konsentrasu dalam budidayanya saja. Petani nantinya mendapat pendampingan dalam budidaya yang baik seperti apa, termasuk pasca panen dan pengolahannya. Kita harapkan kegiatan corporate farming di lokasi UPLAND bisa terlaksana,” tuturnya.

Mukodam menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Ditjen PSP, khususnya Direktorat Irigasi yang telah memberikan dukungan pendanaan. Selain itu juga pendampingan dengan berbagai konsultan dari mulai merencanakan, melaksanakan, sekaligus mengevaluasi.

“Melalui program UPLAND ini kita berharap kambing dan lada akan terus kita kembangkan mudah-mudahan populasi kambing serta sentra lada di Kejobong dan Pengadegan bisa kita bangkitkan kembali,” katanya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018