Sabtu, 24 Februari 2024


Mikroba Google, Cerdas dan Cepat Menyuburkan Tanah

03 Okt 2023, 14:49 WIBEditor : Herman

Prof Dr. Ali Zum Mashar, Penemu Mikroba Google | Sumber Foto:Dok Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Cerdas dan bekerja cepat layaknya mesin pencari Google membuat mikroba yang satu ini layak diberikan nama serupa. Mikroba Google yang ditemukan Prof Dr. Ali Zum Mashar, ini memang terbukti cerdas dan cepat dalam menyuburkan tanah.

Mikroba Google memiliki peran yang sangat baik untuk kesuburan tanah. Diungkapkan Prof. Ali mikroba ini bila diaplikasikan ke dalam tanah dengan C Organik 1,5, dalam waktu yang cepat bisa meningkat menjadi 3,5 atau menjadi subur.

Bahkan ditambahkan Prof. Ali, mikroba ini juga meningkatkan NPK di dalam tanah tanpa harus menambahkan NPK dari luar. Peningkatan N bisa 10 kali lipat, kemudian unsur Pospat bisa meningkat 17 kali lipat, dan Kalium (K) bisa meningkat hingga 20 kali lipat. 

“Ini hasil analisa yang sah dari laboratorium dari tahun 2003 hingga 2023 konsisten. Yang istimewa lagi mikroba ini bisa memanfaatkan carbon dari udara untuk meningkatkan C organik dalam tanah.” tambahnya.

Dijelaskan pria yang juga Wakil Ketua Umum Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) ini, bahwa kesempurnaan pupuk mikroba yang dikembangkannya berbeda dengan pupuk mikroba yang lain meskipun genus dan jenisnya sama.

 “Mikroba ini berasal dari daerah yang unik, di Kalimantan Tengah. Ketika ditemukan tahun 2000an, saya lihat dia bisa menetralkan gambut yang asamnya 2 menjadi 4,5 sampai 6.” ujarnya.

Seperti yang baru-baru ini dilakukan, Prof. Ali mencoba mengimplemetasikan mikroba google pada lahan gambut dengan PH 2, dalam waktu 1 minggu  PH dilahan tersebut bisa meningkat menjadi 3,4.

“Bayangkan kalau kita menggunakan kapur bisa sekitar 18 ton, berapa biaya tansportasinya, belum lagi biaya naburnya. Jadi dengan menggunakan mikroba ini merupakan cara efektif melakukan restorasi kesuburan tanah.,” tambahnya.

Agar lebih efektif dalam menyuburkan tanah, Prof. Ali membuat pupuk organik yang didalammnya mengandung mikroba google. Diantaranya pupuk hayati majemuk phosmit cair (Bio P 2000 Z) dan nutrisi phosmit cair.

Berbagai produk pupuk organik tersebut di pasarkan dengan harga Rp 360 ribu per 1 pasang produk  atau Rp 200 ribu per produk.

“ 1 botol produk pupuk yang mengandung mikroba google setara dengan 200 kg NPK dengan penggunaan 1 liter untuk 1 ha lahan,” tambahnya.  

Prof. Ali menyampaikan manfaat Bio P 2000 Z ini menjadikan tanaman tumbuh besar. Sedangkan untuk nutrisi phosmit yang merupakan hasil ekstraksi mikroba google sehingga mengandung vitamin, enzyme, dan kaya mineral yang menjadi asupan terhadap mikroba yang ada didalam tanah.

“Jadi komplit, bisa dipakai langsung sebagai pupuk organik juga mengaktifkan mikroba-mikroba lain dalam tanah. Dengan pupuk ini, masyarakat bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia,” ujarnya.

Selain mikroba google, Prof. Ali juga menemukan varietas unggul tanman pangan. Diantaranya kedelei Migo Ratu Serang dan padi Trisakti. Untuk kedelai Migo Ratu Serang dengan tinggi 2 meter dan produktifitas 4,5-6,5 ton/ha .

Sedangkan untuk padi Trisakti, Prof. Ali mengaku merupakan padi dengan umur genjah yaitu 55 – 75 hst. Walaupun genjah, padi Trisakti memiliki produktifitas 8-16 ton per ha.   

“Ini merupakan efek dari kombinasi varietas benih unggul dengan teknologi mikroba google yang bisa menyediakan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan dan kesehata tanaman.

 

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018