
Domba Batur, domba unik khas Banjarnegara
Ada sekitar 24,4 persen wilayah Kabupaten Banjarnegara berada pada wilayah dengan ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau wilayah dataran tinggi, terutama di wilayah bagian utara.
Koordinator BPP Kalibening. Heri Misanto mengaku, di daerah binaanya yaitu, Desa Kalibombong, Kertosari, Majatengah dan Gununglangit, budidaya kopi dan beternak kambing sudah biasa dilakukan masyarkat. Namun sebelum kegiatan UPLAND masuk, akses menuju lahan pertanian masih minim dan sulit untuk dilalui.
“Setelah adanya kegiatan UPLAND, petani/kelompok tani sudah mampu sedikit demi sedikit meningkatkan populasi dari kopi maupun domba,” katanya. Selain itu Heri menambahkan dengan akses jalan menuju lahan yang jauh lebih baik dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan nilai jual dari komoditas yang ditanam petani.
Heri mengungkapkan, kehadiran program UPLAND memberikan dampak yang sangat signifikan bagi petani, khususnya yang tergabung dalam beberapa kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Kalibening. Poktan tersebut yaitu, Poktan Lancar Makmur (Desa Gunung Langit), Poktan Tani Mulya 1 dan Tani Mulya 2 (Desa Kalibombong), Poktan Ngudi Rejeki 3 (Desa Kertosari), Poktan Ngudimulyo dan Poktan Tunas Harapan (Desa Majatengah).
Kegiatan utama program UPLAND di Kecamatan Kalibening yaitu integrasi pengembangan tanaman kopi dan ternak kambing dengan dukungan fasilitasi infrastruktur penunjang. Diantaranya, jalan usaha tani sepanjang 5.200 meter, pembibitan kopi sebanyak 122.500 bibit, kambing sebanyak 198 ekor, kandang sebanyak 6 unit, rumah kompos 6 unit, rumah jemur 3 unit, peralatan pengolahan kopi 3 unit, appo 6 unit, roda tiga 6 unit, hijauan pakan ternak 6 paket.
“Ada juga kegiatan peningkatan kapasitas baik untuk petani maupun petugas, kegiatan penguatan kelembagaan kelompok tani dan korporasi, fasilitasi pemasaran dan pembinaan teknis budidaya kopi dan ternak kambing,” tambahnya.