Sabtu, 24 Februari 2024


Syngenta Indonesia Sukses Menyelenggarakan Corn Plantation Expo di Subang, Jawa Barat

12 Okt 2023, 09:09 WIBEditor : Gesha

Fauzi Tubat, Seed Business Head Syngenta Indonesia bersama Kementan dan Dinas Pertanian Kab Subang | Sumber Foto:Syngenta Indonesia

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Syngenta Indonesia berhasil menggelar Corn Plantation Expo yang mengumpulkan pemangku kepentingan industri jagung di Subang, Jawa Barat, Rabu (11/10).

Dalam acara tersebut, Syngenta memperkenalkan jagung bioteknologi unggulan, membahas tantangan dan peluang industri jagung, serta menciptakan jaringan kerjasama di antara para pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan industri jagung nasional.

Acara tersebut menampilkan beragam inovasi dalam industri pertanian jagung, termasuk jagung bioteknologi, plot demo pupuk, peralatan mekanisasi, dan perlindungan tanaman.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Business Meeting yang telah digelar sehari sebelumnya yang membahas mengenai berbagai peluang bisnis jagung. 

Dengan teknologi terbaru ini, pemangku kepentingan dapat meraih wawasan dan peluang bisnis yang lebih besar dalam sektor jagung. Apalagi disampaikan pada bulan September lalu saat Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Kementerian Pertanian menetapkan target produksi pertanian pada tahun 2024 sebesar 23,34 juta ton.

Fauzi Tubat, Seed Business Head Syngenta Indonesia menyatakan bahwa jagung bioteknologi memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan dan mendukung pertumbuhan industri jagung.

Berdasarkan kajian teknis dari sejumlah lembaga, produk bioteknologi aman dan dapat diterima sebagai bahan pangan dan pakan ternak, serta aman terhadap lingkungan. Produk ini juga menjadi solusi bagi industri pakan ternak (feedmill) meningkatkan ketersediaan bahan baku. "Produk bioteknologi ini aman untuk konsumsi manusia, pakan ternak, dan lingkungan," tegasnya.

Syngenta memperkenalkan tiga jenis jagung bioteknologi, yakni NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti. NK Pendekar Sakti, misalnya, memiliki potensi hasil hingga sebesar 11,8 ton/ha pipilan kering. Jagung bioteknologi ini lebih mudah dibudidayakan, ekonomis, dan memberikan hasil yang lebih tinggi. 

Jagung Bioteknologi ini juga memiliki keunggulan ganda yaitu toleran terhadap herbisida glifosat dan tahan hama penggerek batang (Asian Corn Borer/Ostrinia furnacalis).

Dari segi produktivitasnya, jagung hibrida bioteknologi dengan keunggulan ganda ini sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan produktivitas jagung hibrida konvensional. Sehingga apabila ditanam secara luas di Indonesia, jagung bioteknologi ini dapat mendongkrak panen jagung dari rata-rata nasional saat ini sebesar 5,3 ton/ha menjadi sekitar 7 ton/ha.

“Kami berharap jagung hibrida bioteknologi dengan keunggulan ganda ini dapat memberikan hasil panen melimpah untuk petani dan memberikan keuntungan lebih besar kepada semua pemangku kepentingan. Tidak hanya memiliki potensi yang besar, hadirnya jagung bioteknologi ini sekaligus sebagai upaya untuk mendukung Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional khususnya untuk produk jagung dan turunannya,” tutur Fauzi Tubat

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018