Senin, 22 April 2024


Percepat Tanam, Mentan Ajak Petani Optimalkan Alsintan

17 Jan 2024, 14:53 WIBEditor : Yulianto

Mentan, Amran saat di Jeneponto | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jeneponto---Memasuki musim tanam padi, Kementerian Pertanian mendorong petani menggunakan alat mesin pertanian untuk mempercepat tanam. Selain lebih efisien, modernisasi pertanian tersebut akan meningkatkan produksi.

Dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian ke tiga daerah di Sulawesi Selatan termasuk Jeneponto, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman terus mengajak petani untuk memaksimalkan musim hujan dengan percepatan tanam untuk menjaga stok ketersediaan pangan, terutama padi dan jagung. Saat ini pihaknya sedang menggiatkan penggunaan teknologi berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mengoptimalkan percepatan tanam.

“Kalau gunakan rice transplanter, satu orang bisa menanam di lahan satu hektare hanya selama 20 menit. Sementara kalau pakai tangan, butuh waktu 20 hari untuk luas lahan yang sama,” ungkap Amran pada acara Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Kayu Loe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (16/1).

Amran menganggap menanam padi secara manual berdampak pada penurunan produksi. Jika menggunakan alsintan 1 ha hanya 20 menit, sementara dengan manual 1 ha bisa 20 hari. Dampaknya kematangan padi tidak sama, sehingga petani akan kehilangan 20 persen dari total produksi. :Bila kita produksi 50 juta ton, berarti kita berpotensi kehilangan produksi sebanyak 10 juta ton,” katanya.

Selain rice transplanter, Kementerian Pertanian saat ini juga tengah menggiatkan penggunaan combine harvester. Alsintan yang digunakan untuk panen ini memiliki 3 fungsi yaitu sebagai alat panen, alat perontok padi dan juga sebagai alat pembajak sawah. “Penggunaan combine harvester bisa menurunkan biaya produksi dari 12 juta rupiah menjadi 4-5 juta rupiah,” kata Amran.

Ketersediaan Pupuk 

Di hadapan petani, Amran memastikan ketersediaan pupuk. Pihaknya telah mengusulkan penambahan anggaran untuk subsidi pupuk dan penambahan tersebut telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). ”Petani jangan khawatir, pupuk cukup pada musim tanam ini. Ayo segerakan tanam, Presiden Jokowi sudah menyetujui penambahan anggaran Rp 14 Triliun untuk pupuk subsidi,” katanya.

Seusai gerakan percepatan tanam, Amran turut menghadiri Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan di Stadion Turatea Balang Toa, Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pada acara ini, Amran beraudiensi dengan petani, penyuluh, hingga babinsa. 

Sementara Pj. Bupati Jeneponto Junaedi menyampaikan dukungannya untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. “Kita komitmen menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Ada kebutuhan warga dunia yang butuh pangan, dan berbeda dengan kebutuhan lainnya, kebutuhan pangan itu tidak bisa ditunda,” tegasnya. 

Provinsi Sulawesi Selatan hingga kini masih menjadi salah satu provinsi sentra produksi pangan. Bahkan pada 2023 lalu, produksi berasnya surplus 1.811.602 Ton

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT

Terpopuler

Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018