Senin, 22 April 2024


Penuhi Pupuk MT 1, Diusulkan Tarik Alokasi Pupuk MT 2

24 Jan 2024, 14:23 WIBEditor : Yulianto

Petani sedang memberikan pupuk | Sumber Foto:dok. sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Beberapa daerah masih mengeluhkan keberadaan pupuk subsidi pada musim tanam awal tahun ini, meski pemerintah menyatakan stok pupuk tersedia di lapangan. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi adalah menarik alokasi musim tanam kedua (MT 2) untuk musim tanam pertama (MT 1).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pupuk pada musim tanam awal tahun, salah satu solusinya dengan menarik alokasi dari MT 2 ke MT 1.

Namun demikian, ia meminta untuk menggunakan dulu pupuk yang tersedia saat ini guna mengejar tanam. "Petani tak perlu khawatir, Pemerintah pastikan memihak petani, terutama dalam pemenuhan pupuk subsidi," tegasnya 

 

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk menambah alokasi pupuk sebesar Rp 14 triliun pada musim tanam selanjutnya. “Saat ini semua sedang dalam proses  penyiapan dengan Kementerian Keuangan dan pihak terkait lainnya sesuai dengan mekanisme penganggaran," tegasnya.

dengan alokasi awal tahun sebesar Rp 26,6 triliun, jumlah pupuk yang dapat dipenuhi sebanyak 4.7 juta ton pupuk, karena kenaikan harga produksi. Alokasi 4.7 juta ton pupuk itu untuk jenis urea dan NPK bagi  14 juta  NIK petani yang terdaftar di sistem e-RDKK.

"Dengan terjadinya kenaikan harga produksi bahan dasar pupuk, kami tidak dapat menaikkan HET. Karena itu, volume produksi disesuaikan untuk menjaga keseimbangan," ungkapnya. Untuk diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tahun 2024 masih sama dengan tahun 2023, yakni Rp2.250/kguntuk Urea dan 2.300/kg untuk NPK.

 

Ali Jamil menambahkan  pentingnya koordinasi suara antara daerah dan pihak terkait seperti kepala dinas atau kabid. "Kami berharap mereka mendukung percepatan tanam dan penggunaan pupuk yang ada saat ini," katanya.

Di sisi lain, Ali Jamil juga meminta agar petani menggunakan Pupuk subsidi secara berimbang sesuai anjuran sehingga alokasi pupuk bersubsidi dapat lebih efektif dan efisien. "Pemupukan berimbang sangat kami rekomendasikan karena sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen satu hingga dua ton per hektar," ungkapnya.

Untuk rekomendasi pemupukan secara spesifik, petani diharap bisa mendiskusikannya dengan petugas penyuluh Dinas Pertanian setempat.

Pada kesempatan lain, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan agar petani meneruskan tanam tanpa khawatir mengenai berkurangnya jatah pupuk bersubsidi di Musim Tanam 1. Presiden RI sudah memastikan akan ada pupuk subsidi tambahan pada Triwulan 2 tahun 2024 ini.

 

ia berharap petani merasa tenang mengenai pasokan pupuk pada musim tanam kali ini, terutama di daerah-daerah Indonesia yang sedang menghadapi musim hujan. “Pupuk musim tanam kesatu ini cukup, petani jangan khawatir untuk menanam," ujarnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018