
Farm Field Day DGW Group
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Harga sejumlah pangan terutama beras tengah melambung. Selain dipicu kurangnya produksi akibat bencana alam el nino (kekeringan panjang) sejak pertengah tahun lalu, tingginya biaya produksi juga mendera para petani.
Ongkos produksi yang tinggi itu lantaran belum terjangkaunya sarana pertanian terintegrasi yang terjangkau bagi mayoritas petani, mulai dari benih, pupuk, pestisida, alat mesin pertanian seperti mulsa hingga sprayer. Belum lagi tidak meratanya pengetahuan petani untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan pada saat musim kemarau dan hujan.
Seperti yang dialami ratusan petani di sekitar Magelang yang belum mengetahui dan merasakan sendiri sarana pertanian terintegrasi dengan kualitas mutu terbaik, harga terjangkau, efektif dan efisien dalam meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Restu, anggota Kelompok Tani Mekar Abadi, Dusun Marangan, Desa Rejosari, Wonosobo mengaku belum begitu paham soal dosis atau takaran pemakaian pupuk yang pas di musim hujan agar tak mengalami gagal panen. Bahkan ia juga kerap kesulitan mengakses pupuk yang terjangkau seiring kian terbatasnya subsidi pupuk dari pemerintah. Padahal, pupuk jadi salah satu faktor kunci keberhasilan panen dan peningkatan produktivitas pertanian.
Tak mau berpasrah dengan keadaan, Restu mencari informasi ke sesama petani di daerahnya agar bisa mengakses pupuk secara terjangkau. Didapatlah informasi tentang adanya Training Center (TC) di daerahnya yang rutin mengadakan pelatihan bagi petani sekitar.
“Saya diberi tahu oleh teman yang sudah pernah ikut, katanya ada Training Center yang tak hanya menyediakan akses sarana pertanian dengan harga terjangkau dan berkualitas, tapi banyak juga sharing pengetahuan tentang bagaimana meningkatkan produktivitas pertanian dengan baik. Katanya itu yang punya DGW Group. Makanya saya tertarik ikutan (pelatihan),” tuturnya.
Setelah mengetahui jadwal pelatihan berikutnya di Training Center DGW Group, dengan penuh semangat Restu mempersiapkan diri. Pada Selasa, 20 Februari 2024, Restu berangkat ke lokasi Training Center DGW Group Magelang yang berlokasi di Dusun Krandegan, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran tak jauh dari rumahnya.
Diakui Restu, kegiatan pelatihan yang dinamai Farmer Field Day atau FFD yang ia ikuti tersebut tak mengecewakan karena lewat penjelasan yang diberikan pemateri ternyata bisa membantunya untuk memahami takaran pupuk yang tepat untuk masing-masing produk pertanian.
“Seru karena bisa melihat langsung bagaimana takaran pupuk yang pas. Saya pernah mengalami kendala saat belum mengenal demo pupuk dari DGW ini yang mana saat musim hujan saya bingung berapa takaran pupuk yang pas agar tidak berisiko gagal panen,” imbuhnya.
Petani kelompok Tani Mekar Abadi lainnya, Solihin juga mengaku terbantu dengan pelatihan di TC Magelang milik DGW Group. Solihin sudah beberapa kali mengikuti pelatihan atau FFD serupa dan merasakan manfaat langsung karena produktivitas pertaniannya naik 40% usai menggunakan pupuknya.
“Saya menggunakan pupuk DGW Group untuk tanaman cabai dan penyemprotan atau sprayer dari DGW Group juga. Hasilnya adalah bisa panen dengan hasil yang lebih baik dari panen sebelumnya. Mereka yang tidak menggunakan pupuk ini belum tentu bisa panen,” ujar Solihin.
Solihin juga merasa kehadiran pupuk dan sprayer DGW Group yang terjangkau sangat membantu petani menjaga produktivitasnya di tengah kelangkaan subsidi pupuk yang saat ini sudah mulai dirasakan kebanyakan petani.
Kelangkaan subsidi pupuk menurutnya berdampak cukup besar karena memang selama ini kebanyakan petani sangat bergantung pada subsidi pupuk untuk pertanian mereka agar bisa menghasilkan panen yang bagus. Kelangkaan subsidi pupuk membuat panen menjadi terganggu.
“Saya berharapnya makin banyak teman petani saya mengikuti pelatihan seperti ini agar nantinya bisa mengetahui takaran pupuk yang tepat untuk pertanian mereka dan agar mereka tahu ada produk seperti DGW Group yang bisa lebih terjangkau bagi kita para petani di pelosok,” harap Solihin.
Untuk membantu petani, DGW group berikan pelatihan. Baca halaman selanjutnya.