Kamis, 20 Juni 2024


Petani Grobogan dapat Bantuan Pompanisasi

22 Mar 2024, 08:15 WIBEditor : Yulianto

Mentan Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Grobogan | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Grobogan---Petani Grobogan mendapat bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian. Dengan bantuan tersebut diharapkan indeks pertanaman padi bisa ditingkatkan dari sebelumnya hanya satu kali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun. 

Salah satu Petani Desa Beringin Kecamatan Bojong, Sukarji, menyambut gembira akan program pompanisasi tersebut, ia mengaku optimis produksi padi diwilayahnya akan meningkat karena adanya bantuan ini, ia menuturkan pompanisasi terbukti membantu petani bekerja lebih produktif. 

“Dengan adanya pompanisasi ini, kita mau tanam kapan saja bisa, bisa kita majukan juga masa tanamnya, karena ada sumber airnya, yang tadinya itu desa wilayah sini cuma satu tahun satu kali tanam saja, karena adanya pompanisasi ini banyak sekali membantu akhirnya bisa dua kali dalam setahun," katanya. 

Selanjutnya, Sukarji berharap pompanisasi ini dapat memberi semangat bagi petani di wilayahnya. “Terimakasih Pak Menteri yang sudah memberi bantuan berupa pompanisasi, mudah mudahan dengan adanya pompanisasi ini, warga semakin semangat bertani, hasil tanamnya lebih baik dan lebih maju," ungkapnya saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. 

Sebagai informasi, dalam kunjungannya ke Kabupaten Grobogan, Mentan Amran menyerahkan bantuan dengan nilai lebih dari Rp 2 miliar, bantuan tersebut berupa 2 unit pompa air, 15 unit irigasi perpompaan, dan 2 unit RJIT. Disamping itu ada juga bantuan benih padi dan jagung senilai lebih dari Rp 42 miliar .

Mentan Amran mendorong percepatan tanam melalui penerapan pompanisasi. Sistem pengairan ini dapat memberi jaminan ketersediaan air sehingga petani leluasa menanam disegala musim. Diyakini pompanisasi efektif dalam peningkatan produksi.

Saat meninjau area pompanisasi di Kabupaten Grobogan,ia juga mengatakan langkah ini dilakukan untuk memitigasi dampak El Nino terhadap penurunan produksi berbagai komoditas pangan khususnya padi.

“Target kita adalah pompanisasi, yang dulunya tanam satu kali bisa menjadi dua kali, dua kali bisa menjadi tiga kali, air ini kita sedot menggunakan pompa, ini kami lakukan khususnya untuk memitigasi resiko dampak El Nino yang ditimbulkan” ungkap Mentan Amran. 

Sebagai salah satu wilayah sentra padi di Indonesia. Jawa Tengah memiliki kurang lebih 300.000 hektar lahan tadah hujan yang penanamannya dapat dimaksimalkan melalui penerapan pompanisasi. Untuk merealisasikan program ini, Mentan Amran mengatakan ada Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk pertanian yang salah satu fokusnya akan digunakan untuk pengadaan ribuan unit pompa. 

“Kami sudah siapkan pompa untuk tahap pertama di Jawa Tengah itu 5.000 unit, karena ada 300.000 hektar tadah hujan, yang tanamnya satu kali bisa dua kali, sehingga produksi Jawa Tengah nanti bisa meningkat," kata Amran. 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018