Jumat, 21 Juni 2024


Ungkit Produksi Jateng, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

24 Apr 2024, 10:48 WIBEditor : Gesha

Pompa Air yang akan diberikan kepada Pemprov Jateng | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, SEMARANG - Kementerian Pertanian (Kementan) sedang gencar memperluas program bantuan pompanisasi, terutama di lahan persawahan tadah hujan. Sekarang, Jawa Tengah (Jateng) menjadi fokus dengan bantuan pompa air yang ditingkatkan dari 4.000 menjadi 10.000 unit untuk 35 kabupaten/kota.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan kebanggaannya melihat kesatuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam program Brigade Alsintan di Provinsi Jawa Tengah.

“Terimakasih Jawa Tengah sudah luar biasa kompak. Sehingga bantuan kami berikan 100 persen secara langsung, tidak perlu bertahap,” sebut Amran saat memberikan sambutan pada kegiatan Apel Siaga Brigade Alsintan di Lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/04). 

Amran menjelaskan, pompanisasi bertujuan untuk mempercepat proses penanaman, sehingga produksi beras nasional juga bisa meningkat.

Dirinya optimis, program pompanisasi akan mendorong aktivitas tanam di musim kedua tahun ini menjadi lebih cepat dan efisien.

"Kami fokuskan pompanisasi di Pulau Jawa, di semua sentra produksi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Hari ini kita pasang pompa air, besok sudah bisa olah lahan, dan lusa sudah bisa tanam," ujarnya.

Kementan memang menekankan fokus program pompanisasi di Pulau Jawa karena kendali yang dekat dan 70 persen produksi beras nasional masih berasal dari wilayah tersebut.

Pompanisasi dilakukan secara masif untuk memfasilitasi aktivitas tanam petani di lapangan. Dengan bantuan pompa air, petani dapat lebih mudah dan cepat melakukan persiapan lahan dan menanam padi. Gerakan pompanisasi diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan produksi beras nasional.

"Kita menargetkan pompanisasi ini dapat menambah produksi beras sebesar minimal 1,2 juta ton, atau bahkan mencapai 1,5 juta ton. Dengan demikian, kami berharap dapat mencapai swasembada dalam waktu kurang dari tiga tahun," ujar Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil, menjelaskan bahwa tujuan pompanisasi tidak hanya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP200, tetapi juga untuk memberikan kontribusi maksimal terhadap produksi beras, terutama mengingat luasnya lahan sawah di Indonesia. Jawa Tengah sendiri termasuk dalam peringkat 3 besar nasional.

Ali Jamil mengungkapkan, potensi lahan tadah hujan di Jawa Tengah mencapai minimal 267.720 hektare. Program pompanisasi ini ditujukan untuk meningkatkan indeks pertanaman padi di lahan tadah hujan.

Hitung-hitungan Ali Jamil, dari total luas lahan sawah di Indonesia yang mencapai 7,4 juta hektare, sekitar 36 persennya adalah lahan tadah hujan.

"Dari total luas lahan sawah nasional tersebut, sekitar 2,7 juta hektare merupakan lahan tadah hujan. Kami akan melakukan intervensi di lahan tersebut yang memiliki sumber air permukaan seperti sungai, embung, dan lainnya, untuk mendukung penggunaan pompanisasi dalam pengairan lahan tadah hujan secara umum," jelasnya.

Lebih lanjut, Ali Jamil menyebutkan target pada tahun 2024 hingga bulan Oktober adalah memaksimalkan lahan sawah tadah hujan mencapai satu juta hektare. Dia menegaskan bahwa dengan bantuan pompa air, lahan-lahan tersebut dapat mencapai indeks pertanaman (IP) padi yang lebih tinggi.

"Target dari Pak Menteri adalah satu juta hektare, di mana 500 ribu hektare khususnya di Pulau Jawa termasuk Jawa Tengah. Dengan peningkatan produktivitas pertanian, diharapkan akan terjadi peningkatan penghasilan dan pendapatan bagi masyarakat," tambah Ali Jamil.

Acara Apel Siaga Alsintan melalui penyerahan secara simbolis bantuan alsintan berupa pompa air ini turut dihadiri PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi termasuk Kapolda Jateng yang diwakili WaKaPolda Jateng dan juga Kajati Jateng.(*)

Reporter : Nattasya
Sumber : Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018