Jumat, 14 Juni 2024


Mentan Amran : Pompanisasi Jadikan Perekonomian Desa Lebih Kuat dan Produktif

08 Mei 2024, 11:43 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran ketika apel pompanisasi di Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024) | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, BANDUNG --- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, program pompanisasi yang sedang diimplementasikan akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian desa, menjadikannya lebih tangguh dan produktif.

Dalam acara apel pompanisasi di Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024), Mentan menyoroti potensi signifikan program tersebut, dengan menyatakan bahwa jika satu pompa mampu mengakomodasi 50 hingga 100 hektar lahan, maka jika terdapat 10.000 pompa, bisa dipastikan akan melayani lahan seluas 500.000 hektar.

Dengan luas tanah tersebut dapat menghasilkan sekitar 1,5 juta ton beras untuk Jawa Barat, yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani hingga mencapai 15 triliun per tahun. "Petani bahkan bisa memperoleh keuntungan 15 triliun dalam satu tahun atau 150 triliun dalam 10 tahun," hitung-hitungan Mentan Amran.

Menurut Mentan, Jawa Barat diakui sebagai salah satu provinsi terbesar yang mampu mencapai produktivitas tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, pemasangan pompa menjadi suatu keharusan agar petani dapat meningkatkan produksi hingga tiga kali dalam setahun.

Terdapat informasi, Jawa Barat akan menerima bantuan pompanisasi sebanyak 10.000 unit yang akan didistribusikan ke 27 Kota/Kabupaten. Harapannya, bantuan tersebut akan mengairi lahan tadah hujan sehingga dapat memenuhi target produksi yang diharapkan.

Mentan juga menyatakan bahwa pada masa lampau, Jawa Barat hanya menerima 4.100 unit pompa, namun sekarang mendapatkan tambahan sebanyak 2.700 unit, dengan rencana penambahan sebanyak 6.000 unit lagi jika semua terpasang. Artinya, total ada 10.000 unit pompa yang akan tersedia untuk Jawa Barat tahun ini, merupakan jumlah terbesar sejak provinsi ini berdiri.

Selain itu, Mentan menekankan bahwa pompanisasi merupakan solusi cepat untuk mengatasi dampak dari fenomena El Nino yang pada tahun sebelumnya mengurangi produksi pertanian. Di samping itu, pemerintah juga sedang mengupayakan pembentukan 10.000 hektar cluster pertanian modern, yang diharapkan akan sejajar dengan negara maju lainnya.

Mentan menjelaskan bahwa penggunaan pompa ini merupakan solusi cepat untuk meningkatkan produksi pertanian dalam menghadapi fenomena El Nino. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk membentuk cluster pertanian modern seluas 10.000 hektare di Jawa Barat yang akan sejajar dengan negara-negara lain.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil, menekankan bahwa gerakan pompanisasi merupakan langkah cepat yang mampu signifikan meningkatkan produksi pertanian nasional. Dia menyatakan bahwa pompanisasi dilakukan secara masif karena mampu mendukung kegiatan tanam petani di lapangan.

Ali Jamil menargetkan bahwa pompanisasi ini dapat memberikan tambahan produksi minimal 1,2 juta ton beras, bahkan berharap bisa mencapai 1,5 juta ton. Dengan pencapaian tersebut, diharapkan dalam kurun waktu tiga tahun, Indonesia dapat mencapai swasembada beras.

Dia juga mengungkapkan bahwa potensi sawah tadah hujan di Jawa Barat mencapai 201.702 hektare dengan produksi sekitar 9,09 juta ton beras. Secara nasional, dari total luas baku sawah sebesar 7,4 juta hektare di Indonesia, sekitar 36 persennya merupakan sawah tadah hujan.

Sebagai tambahan informasi, pada periode 2019-2023, Jawa Barat telah mendapatkan bantuan dari Kementan berupa Cultivator sebanyak 2.084 hektare, Hand sprayer sebanyak 5.517 hektare, Pompa air sebanyak 4.162 unit, Rice transplanter sebanyak 33 unit, Traktor roda dua sebanyak 3.585 unit, Traktor roda empat sebanyak 298 unit, dan rehab jaringan irigasi sebanyak 1.186 unit.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018