Kamis, 18 Juli 2024


Dispertan Kudus Dukung Program PLN Masuk Sawah

13 Mei 2024, 12:47 WIBEditor : Gesha

Listrik kini masuk sawah | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Kudus -- Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus mendukung kelompok tani (Poktan) dalam mengimplementasikan program PLN masuk sawah, dimana penggunaan energi akan beralih dari BBM menjadi listrik.

Kabid Tamanan Pangan dan Perkebunan, Dispertan Kudus, Agus Setiawan dalam keterangan tertulisnya menyampaokan, peningkatan kebutuhan pangan di sektor pertanian sering kali memerlukan penggunaan BBM, khususnya dalam aktivitas lapangan seperti proses pemompaan dari hulu ke hilir.

“Dari segi ekonomi ternyata kurang efektif. Maka akhirnya dilakukan konversi BBM ke listrik. Makanya munculah program tersebut yang difasilitasi PLN. Dirasa karena faktor topografi, kemudahan lokasi menjadi lebih cepat,” tuturnya.

Sebelum beralih ke PLN, beberapa wilayah sudah memimpin langkahnya, seperti Setrokalangan dan Kedungdowo, yang telah menggunakan listrik untuk dua titik pompa bahkan pembuatan sumur dangkal.

"Saat ini, kami sedang melakukan pendataan terutama di wilayah yang masih menggunakan BBM. Kami akan merangkum bentuk dukungan kami untuk diajukan kepada PLN," sebutnya.

Dispertan Kudus juga sudah melakukan sosialisasi bersama PLN sebagai salah satu pembicara kepada Poktan. Upaya ini dilakukan agar para petani memahami langkah-langkah yang perlu diambil.

Telah disepakati beberapa titik yang akan segera disurvei oleh PLN, yaitu di Desa Gondoharum, Desa Karangrowo, dan Desa Getasrabi. Respon positif dari desa-desa tersebut telah memastikan PLN untuk menjadikannya sebagai sampel.

"Penggunaan tenaga listrik ini akan disesuaikan dengan kebutuhan pompa, di mana pompa pada sumur dangkal memiliki diameter pipa sekitar 4-5 cm, dengan cakupan wilayah irigasi sekitar 20 hektar," ungkapnya.

“Kita berprinsip mendorong petani untuk mandiri. Karena kalau selalu dibantu, justru tidak berkembang. Karena kita ini sifatnya fasilitasi, jadi kami berupaya mempertemukan dan koordinasi. Jika petani sudah mengatahui maka mereka yang menghendaki,” imbuhnya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018