Sunday, 06 September 2026


Jadikan Limbah Ayam Pupuk Tanaman, Ini Dampaknya

20 May 2024, 13:53 WIBEditor : Herman

Pemanfaatan Kotoran Ayam Untuk Pupuk Tanaman

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Limbah atau kotoran ayam memang banyak digunakan sebagai pupuk oleh para petani diberbagai daerah. Diantaranya Ismail dan Maskur, petani padi organik di sekitara Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Mereka menggunakan kotoran ayam segar sebagai pupuk tanaman mereka. Seperti apa dampaknya?

Dibeberapa daerah mencari limbah ayam, baik ayam potong (broiler) maupun ayam petelur ( layer) lebih mudah daripada mencari limbah kandang sapi atau limbah kandang kambing. Disebabkan pada umumnya limbah kandang ayam dihasilkan dari peternakan-peternakan ayam yang telah dikelola secara professional. Limbah ini dijual sudah dalam kemasan karung, dan biasanya dalam keadaan kering.

Seperti halnya di hamparan persawahan sekitar Rawa Pening, di kabupaten Semarang. Para petani kelompok-kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) Mandiri suka menggunakan limbah kandang ayam potong untuk tanaman padi mereka.

Penyebabnya dapat bermacam-macam. Antara lain petani ingin menambah dosis pupuk, karena jatah pupuk kimia subsidi yang diterimanya dianggap tidak cukup. Atau bisa jadi petani yang bersangkutan tidak dapat menebus pupuk kimia bersubsidi karena “kartu tani” miliknya bermasalah atau hilang.

Lain halnya dengan Ismail dan Maskur. Keduanya adalah ketua dan bendahara gapoktan. Mereka telah terobsesi untuk menggunakan pupuk kandang. Karena sudah yakin bahwa pupuk kandang dapat memulihkan kerusakan kesuburan sawah, akibat penggunaan pupuk kimia selama bertahun-tahun.

Pupuk kandang yang digunakan kedua petani tersebut adalah limbah kandang ayam potong. Karena mudah didapat dan mudah disebar.

Dan memang terbukti. Setelah lima kali musim tanam menggunakan pupuk kandang ayam tersebut, tanaman padi di sawah Ismail dan Maskur terlihat subur dan sehat. Jumlah anakan terbanyak mencapai 70 batang per rumpun, dengan rata-rata anakan produktif 48 batang per rumpun.

Ismail dan Maskur memupuk tanaman padi dengan pupuk kandang ayam dengan sisten “dosis merambat”. Musim tanam pertama 50% pupuk kimia 50% pupuk kandang. Musim tanam kedua 75% pupuk kandang 25% pupuk kimia.

Musim tanam ke tiga dan ke empat dosis penuh pupuk kandang ayam potong, namun masih di tambah sedikit-sedikit pupuk kimia pada tempat tertentu yang dirasa kurang subur. Pada musim tanam ke lima baru los dosis penuh pupuk kandang ayam potong tanpa pupuk kimia sama sekali.

Cara aplikasi mereka juga sangat simple. Limbah kandang ayam potong, yang sebagian besar berupa sekam padi, langsung ditabur semuanya sehari sebelum tanam.

Namun apakah perlakuan pemupukan limbah ayam potong dalam keadaan “segar” tersebut sudah benar? Walaupun fakta dilapangan tak terbantahkan. Keragaan   pertumbuhan tanaman padi sangat subur dan produktif.

Sekretaris II Maporina Jawa Tengah, Fx. Supardiman, menyangsikan hal tersebut. “Walaupun keragaan tanaman dan produksi  bagus, namun dikawatirkan produk gabah dapat tercemar bahan asing berbahaya, misalnya logam berat, sehingga tidak memenuhi syarat keamanan pangan” kata Supardiman ketika mengunjungi pertanaman Ismail.

Pendapat sekretaris II Maporina tersebut disetujui Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Tengah, Ir. Herawati Prarasstyani.

“Sebaiknya limbah ayam potong tersebut diolah terlebih dahulu. Bahan baku limbah kandang ayam ditambah dengan bahan-bahan lain, seperti limbah kandang sapi dan kambing, mikrobia penambat nitrogen, mikroba pelarut phospat dan mikroda decomposer. Kemudian di fermentasi” jelas Herawati.

Herawati menambahkan setelah difermentasi, pupuk yang dihasilkan berupa pupuk organik yang lengkap dan bebas OPT serta bahan berbahaya.

Dari berbagai sumber diketahui limbah ayam potong mengandung berbagai nutrisi yang dapat bermanfaat bagi tanaman. Beberapa nutrisi yang umumnya terkandung dalam limbah ayam potong meliputi:

Nitrogen (N), salah satu nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman, terutama dalam pembentukan protein dan klorofil. Nitrogen dalam limbah ayam potong umumnya berupa urea dan ammonia.

Selanjutnya ada Fosfor (P), nutrisi ini penting untuk pertumbuhan akar, pembentukan biji, dan pembentukan bunga pada tanaman. Fosfor dalam limbah ayam potong biasanya terdapat dalam bentuk fosfat. Nutrisi berikut adalah Kalium (K) yag membantu dalam regulasi tekanan osmotik dalam sel tanaman dan berperan dalam pembentukan bunga dan buah. Limbah ayam potong dapat mengandung kalium dalam bentuk potasium oksida (K2O).

Hara makro lain yang dikandung adalah Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang penting untuk perkembangan struktur tanaman, termasuk pembentukan dinding sel dan aktivitas enzim. Kalsium dan magnesium biasanya terkandung dalam limbah ayam potong dalam bentuk karbonat dan oksida.

Sedang unsur hara mikro yang ada dalam limbah ayam potong juga dapat mengandung beberapa mikronutrien penting seperti besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), tembaga (Cu), boron (B), dan molibdenum (Mo), yang diperlukan dalam jumlah kecil tetapi penting untuk fungsi metabolik tanaman.

Selain itu, limbah ayam potong juga dapat mengandung bahan organik seperti asam amino, asam lemak, dan vitamin yang dapat membantu meningkatkan struktur tanah dan aktivitas mikroba tanah.

Perkiraan kandungan nutrisi yang umumnya terdapat dalam limbah ayam potong per 100 gram adalah  Nitrogen (N): sekitar 2-5 gram; Fosfor (P): sekitar 1-3 gram; Kalium (K): sekitar 1-3 gram; Kalsium (Ca): sekitar 0.5-1 gram; Magnesium (Mg): sekitar 0.2-0.5 gram; Besi (Fe), Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Boron (B), Molibdenum (Mo), dan mikronutrien lainnya: jumlahnya mungkin bervariasi tetapi cenderung dalam

Penggunaan limbah ayam potong segar sebagai pupuk tanaman padi membawa resiko yang cukup serius, antara lain yang pertama adalah Pencemaran Air Tanah dan Permukaan: bahan ini  mengandung senyawa nitrogen dan fosfor yang dapat mencemari air tanah dan permukaan.

Pencemaran ini dapat menyebabkan eutrofikasi, di mana peningkatan nutrisi memicu pertumbuhan alga berlebihan yang dapat mengganggu ekosistem air.

Yang kedua adalah Pencemaran Udara, penguraian bahan organik dalam limbah ayam potong dapat menghasilkan gas beracun seperti amonia (NH3) dan gas rumah kaca seperti metana (CH4) dan nitrogen oksida (NOx).

Pencemaran udara ini dapat berkontribusi terhadap masalah kualitas udara lokal dan global serta kesehatan manusia jika terhirup dalam jumlah yang tinggi.

Selanjutnya dapat menimbulkan penyakit Zoonotik bahan  yang terkontaminasi bakteri patogen seperti Salmonella atau E. coli dapat menjadi sumber penyakit zoonotik jika terkontaminasi oleh manusia atau hewan lainnya.

Dan yang tak kalah berbahaya adalah adanya akumulasi Logam Berat, ada kemungkinan  limbah potong telah terpapar logam berat, misalnya melalui pakan yang terkontaminasi,

“ Dengan penanganan pengolahan yang tepat, dampak negatif limbah ayam potong dapat dihindari. Bahkan dengan penambahan biang Trichoderma, pupuk organik yang dihasilkan juga sudah bebas dari jamur patogen” pungkas Herawati.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018