Wednesday, 11 March 2026


RiTx Bertani, Aplikasi Terlengkap Untuk Terapkan Smart Farming

28 May 2024, 05:19 WIBEditor : Herman

RiTx Bertani Teknologi Smart Farming

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Kenaikan harga beras menjadi sorotan di awal tahun 2024. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga beras premium di tingkat pedagang eceran mencapai Rp 16.100 per kilogram pada Januari 2024, naik 14,08?ri Januari 2023. Harga beras medium juga mengalami kenaikan yang serupa, dari Rp 11.550 per kilogram pada Januari 2023 menjadi Rp 13.190 per kilogram pada Januari 2024. Kenaikan harga beras ini dipicu  berbagai faktor, salah satunya  dampak perubahan iklim yang menyebabkan gagal panen di beberapa daerah produsen beras.

Teknologi pertanian presisi bisa menjadi kunci dalam upaya mitigasi dampak dari perubahan iklim. Salah satunya yang dikembangkan MSMB, startup atau perusahaan rintisan dari Yogyakarta, yang berfokus pada inovasi teknologi smart farming.

Memasuki usia ke-6 tahun pada Februari ini, PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) terus melakukan berbagai pengembangan terhadap teknologi yang dimiliki.

Sejak awal berdirinya, MSMB telah mengembangkan aplikasi RiTx Bertani, aplikasi android berbasis internet of things (IoT) yang terintegrasi dengan berbagai teknologi smart farming. Mulai dari Jinawi (Sistem Pintar Rekomendasi Pemupukan), Amerta (Sistem Pintar Irigasi dan Fertigasi Presisi) dan Bathara (Sistem Pintar Pengendalian Hama).

Teknologi-teknologi ini mampu memberikan informasi unsur N, P, K dan pH tanah serta rekomendasi pemupukan, menjadwalkan proses irigasi dan fertigasi agar lebih efisien, hingga melindungi tanaman dengan peringatan dini potensi serangan hama penyakit berdasarkan kondisi cuaca lahan.

Tak hanya integrasi dengan teknologi, RiTx Bertani memiliki berbagai macam fitur seperti identifikasi hama & penyakit dengan AI (Artificial Intelligence), Tanya Ahli, serta berbagai fitur lainnya. Kini pengembangan RiTx Bertani versi terbaru fokus pada rekomendasi pemupukan presisi.

Chief Technology Officer (CTO) MSMB, Didi Widjanarko mengatakan bahwa pengembangakan aplikasi RiTx Bertani ini untuk menjawab tantangan yang seringkali terjadi dalam dunia pertanian baik di sisi petani hingga pelaku sektor pertanian lainnya.

“Pemupukan yang tidak tepat, baik kurang, atau berlebih seringkali menjadi isu yang berakibat pada pertumbuhan tanaman yang tidak optimal. Untuk itu kami mengembangkan rekomendasi pemupukan yang presisi di RiTx Bertani ini. Para pengguna baik itu petani, penyuluh, ataupun petugas lapangan dari perusahaan pertanian bisa menggunakan RiTx Bertani untuk bertani lebih presisi”, ujar Didi.

Tak bergerak sendiri dalam pengembangan aplikasi RiTx Bertani, MSMB bekerja sama dengan PRISMA, program kemitraan inovatif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia untuk pertumbuhan pasar pertanian di wilayah perdesaan Indonesia.

MSMB dan PRISMA berkolaborasi dalam mengembangkan rekomendasi pemupukan untuk padi dan jagung melalui aplikasi tersebut  dengan mempertimbangkan kondisi lahan setempat. Parameter mencakup luas lahan, tekstur tanah, ketersediaan hara,, tanggal penanaman, hingga jenis komoditas dan varietas. Aplikasi RiTx Bertani ini juga didesain agar dapat diakses oleh petani, pemilik kios tani, PPL, dan agronomis.

CEO PRISMA, Mohasin Kabir, mengatakan, “PRISMA berharap pengembangan RiTx Bertani ini dapat memberikan manfaat signifikan terhadap petani, pemilik kios tani, dan penyuluh pertanian dalam mengambil keputusan yang lebih akurat dalam penggunaan pupuk.”

MSMB juga berkolaborasi dengan Tim Ahli dari Universitas Brawijaya dengan melakukan berbagai rangkaian uji validasi dari lahan percobaan hingga uji lab guna mereplikasi kondisi nyata yang ada di lapangan, sehingga rekomendasi pada RiTx Bertani dapat mencerminkan keragaman faktor lingkungan dan kebutuhan tanaman.

Data awal menunjukkan bahwa untuk menghasilkan produktivitas yang sama dengan kondisi saat ini, rekomendasi penggunaan pupuk yang dihasilkan oleh RiTx Bertani mampu  menghemat biaya produksi untuk pemupukan hingga 75%.

Sosialisasi melalui aktivitas demoplot, penggunaan media sosial, dan kerja sama dengan perusahaan pupuk terus dilaksanakan oleh MSMB untuk menyebarluaskan informasi mengenai rekomendasi pemupukan yang lebih baik ini.

Berbagai inovasi yang dilakukan ini menjadi langkah nyata MSMB untuk terus memberikan kontribusi bagi kesejahteraan petani Indonesia. MSMB berkomitmen untuk membantu petani Indonesia bertani lebih presisi, karena petani Indonesia harus #jadipetanipintar.

Informasi lengkap terkait aplikasi RiTx Bertani dapat diakses pada laman berikut https://msmbindonesia.com/ritx-bertani/

 

 

Reporter : Adv
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018