
Petrokimia Gresik mempersiapkan Pupuk subsidi dan non subsidi
TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarmasin --Setelah pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 111.316 ton untuk Kalimantan Selatan (Kalsel), terjadi peningkatan sebanyak 59.684 ton dari alokasi sebelumnya yang hanya 51.632 ton, sesuai dengan Permentan Nomor 01 Tahun 2024 dan Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024.
"Rinciannya urea 47.224 ton, NPK 51.314 ton, dan pupuk organik 12.778 ton," kata Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Tri Wahyudi Saleh.
Tri menyampaikan pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan volume pupuk bersubsidi nasional pada tahun anggaran 2024 dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
Alokasi tambahan untuk empat jenis pupuk telah ditetapkan: 4.634.626 ton untuk Urea, 4.278.504 ton untuk NPK, 136.870 ton untuk NPK Formula Khusus, dan 500 ribu ton untuk pupuk organik.
Tri menekankan pentingnya mensosialisasikan kebijakan penambahan ini secara luas agar petani yang terdaftar dapat memahami dan mengakses manfaatnya.
Pengawasan yang ketat diperlukan dalam distribusi dan penyaluran tambahan alokasi pupuk bersubsidi.
Langkah ini juga memudahkan penebusan pupuk bersubsidi bagi petani terdaftar di RDKK, yang kini dapat dilakukan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Lebih lanjut, Tri menjelaskan penebusan pupuk bersubsidi bagi petani terdaftar kini dilakukan melalui aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi), yang telah diimplementasikan di sekitar 27.000 kios resmi di seluruh Indonesia, termasuk Kalsel.
"Petugas di kios siap mendampingi dan mengawasi proses penebusan pupuk bersubsidi, sehingga pupuk tersebut dapat dimanfaatkan oleh petani yang memenuhi syarat," sebutnya.
Aplikasi i-Pubers adalah hasil inovasi dari kerja sama antara Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan), bertujuan untuk mempermudah petani dalam proses penebusan pupuk subsidi.
Melalui integrasi data antara daftar penerima subsidi e-Alokasi dengan stok pupuk yang ada di Pupuk Indonesia, aplikasi ini memungkinkan mitra distributor (kios) untuk memberikan layanan yang lebih efisien kepada petani.
Tri menambahkan bahwa Pupuk Indonesia telah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang, termasuk 17 gudang Lini III, untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Kalsel.
Selain itu, ada delapan distributor pupuk subsidi dan empat distributor ritel dengan 283 jaringan kios/pengecer, didukung oleh 12 petugas lapangan untuk memastikan bahwa semua petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi.
Pupuk Indonesia juga memastikan ketersediaan stok di semua lini untuk mendukung kebijakan yang telah ditetapkan melalui penetapan Permentan Nomor 01 Tahun 2024 dan Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024.