Friday, 15 May 2026


Kementan Pastikan Pompanisasi di Sukabumi Berjalan Lancar

05 Jun 2024, 11:43 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil saat menengok program pompanisasi di Sukabumi

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi---Kementerian Pertanian memastikan program pompanisasi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berjalan dengan sangat baik. Sebagai langkah nyata, saat ini pemerintah terus menargetkan perluasan areal tanam (PAT) hingga 6.522 hektar (ha).

Diketahui, pompanisasi di Sukabumi tersebar di 17 Kecamatan. Diantaranya ada di Kecamatan Ciemas, Cibitung, Cidadap hingga wilayah pesisir Palabuhanratu. Sementara program pompa di Jawa Barat terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

"Saat ini di Kecamatan Ciemas ada sekitar 45 ha yang terus diairi dan masih akan bertambah ke titik-titik lainya. Jadi saya melihat progresnya sudah berjalan dengan sangat baik," ujar Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil saat meninjau langsung program pompanisasi di Sukabumi, Selasa, (4/5).

Ali Jamil mengatakan, rata-rata indeks pertanaman di Kecamatan Ciemas baru satu kali dalam setahun. Namun berkat pompa, progres pertanaman semakin membaik dan mengarah pada 3 kali dalam setahun. Hal ini karena pemerintah terus memperkuat bibit, benih hingga pupuk yang naik 100 persen.

"Tadinya IP-nya baru 1 kali dalam setahun artinya satu kali tanam setahun. Nah berkat dengan adanya program Pak Presiden, Pak Menteri Pertanian semua ada potensi untuk meningkatkan indeks pertanaman padi pada lahan sawah tadah hujan di Sukabumi," katanya.

Menurut Ali Jamil, perluasan areal tanam di Indonesia ditargetkan mencapai 1 juta ha untuk mengejar ketertinggalan produksi yang sempat menurun akibat El Nino dan juga perubahan cuaca. Target tersebut semakin terlihat mengingat pemerintah terus menambah pompa dan juga alokasi pupuk hingga 9,55 juta ton.

"Kita harapkan antara Agustus atau September mendatang kita sudah panen raya. Kami yakin program pompa yang dibantu langsung jajaran TNI dapat berjalan dengan optimal," jelasnya.

Sebagai informasi, PAT adalah instruksi Menteri Pertanian melalui Kepmentan No. 243/2024 tentang Satgas Antisipasi Darurat Pangan untuk melalukan pertambahan areal tanam, termasuk di Sukabumi, melalui pompanisasi dan penanaman padi gogo dalam rangka menghadapi musim kemarau panjang.

Adapun potensi sawah tadah hujan (STH) di Kabupaten Sukabumi mencapai 17.599 ha dan sudah terealisasi 30,16 persen atau seluas 5.307,86 ha per 30 Mei 2024.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong perluasan areal tanam dan juga progres pompanisasi sebagai solusi cepat masa depan bangsa dalam menghadapi musim kering sesuai prediksi BMKG. "Kami mendorong sepenuhnya pompanisasi untuk peningkatan produksi dan perluasan areal tanam," katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018