Kamis, 18 Juli 2024


Petani Banyumas Bersyukur: Pompa Baru dari Kementan Bawa Panen Berlipat Ganda!

10 Jun 2024, 08:51 WIBEditor : Gesha

Pompanisasi membantu petani mendapatkan air disaat musim kemarau | Sumber Foto:TNI AD

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyumas -- Petani Desa Nusadadi, Sumpiuh, Banyumas, langsung mempercepat tanam setelah bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian. Mereka merasakan manfaatnya terutama saat musim kemarau panjang.

Saat melakukan perluasan areal tanam, Minggu (09/06), Ketua Poktan Sri Handayani, Suryanto (43), mengungkapkan bahwa mereka merasa terbantu dengan program yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian, dan bersyukur telah menerima manfaatnya.

Sri menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah dalam meningkatkan produksi di Banyumas.

Menurutnya, petani di desanya siap mendukung swasembada dan menjadi lumbung pangan dunia.

"Kami berterima kasih atas bantuan 3 mesin pompa baru yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Nusadadi. Kami berharap Desa Nusadadi sudah memenuhi syarat untuk pengairan sawah," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Banyumas sedang fokus mempersiapkan masa tanam tahun ini dengan tujuan meningkatkan produksi melalui program pompanisasi, sejalan dengan visi Kementerian Pertanian untuk swasembada dan menjadi lumbung pangan dunia.

Imam Pamungkas, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Kabupaten Banyumas, menjelaskan, mereka telah memanfaatkan sungai basah terdekat dengan mengalirkan air melalui pipa langsung ke area persawahan.

"Saat ini kita berada di Poktan Soka, di mana tiga poktan telah menerima satu pompa berukuran 6 inchi untuk mengairi area sawah seluas 160 hektare," ujarnya.

Imam mengakui perlunya melibatkan lebih banyak petani dalam proses pompanisasi untuk mengairi area sawah yang luas.

Dia berharap agar para petani tetap giat bekerja, karena pemerintah akan terus memberikan perhatian dan bantuan.

Kabupaten Banyumas secara keseluruhan telah menerima 37 pompa untuk mengairi area seluas kurang lebih 1.670 hektare.

Imam juga menambahkan bahwa sistem kerja pompanisasi ini adalah langkah nyata dalam mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, terutama mengingat masalah kekeringan yang dihadapi hampir di seluruh negara akibat perubahan cuaca.

"Kami menargetkan peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali bahkan mungkin tiga kali dalam setahun," katanya dengan keyakinan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018