Kamis, 18 Juli 2024


Pupuk Subsidi Tak Tepat Waktu, Hasil Panen Gabah Merana di Karawang

10 Jun 2024, 11:12 WIBEditor : Gesha

Pupuk Phonska | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang -- Petani di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, merasa kesal karena seringkali pupuk bersubsidi tidak sampai tepat waktu, sehingga hasil panen gabah mereka mengalami penurunan yang signifikan.

Ketua Gapoktan Srimukti, Hasan Pudoli, di Desa Panyingkiran, menegaskan keterlambatan pendistribusian pupuk subsidi sangat berdampak bagi petani, terutama karena semua anggota Gapoktan Srimurti mengandalkan pupuk subsidi.

"Hal ini menyebabkan petani kesulitan dalam memberi pupuk tepat waktu, yang berujung pada penurunan hasil panen," ungkap Hasan sambil mengeluhkan kondisi tersebut.

Menurutnya, produksi gabah saat ini hanya mencapai 3 ton per hektar, terutama karena keterlambatan pendistribusian pupuk yang disertai dengan serangan hama yang merusak tanaman padi para petani.

Hasan juga mengungkapkan, saat ini produktivitas satu hektar sawah hanya mencapai 3 ton gabah, yang dipengaruhi oleh keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi serta serangan hama yang merusak tanaman padi petani secara signifikan.

"Dari Gapoktan, kami memiliki 30 anggota dengan luas total sawah mencapai 50 hektar. Jika distribusi pupuk terlambat, maka keseluruhan proses pemupukan terhambat," jelasnya.

Selain menyoroti masalah distribusi, Hasan juga berharap kuota pupuk subsidi ditingkatkan. Kuota awal untuk masing-masing jenis pupuk (Urea dan Phonska) adalah 100 kilogram per hektar, diharapkan dapat ditingkatkan menjadi 150 kilogram per hektar.

"Ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen. Penting juga bahwa distribusi pupuk dilakukan secara tepat waktu selama musim tanam," tambahnya dengan harapan besar.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018