Kamis, 18 Juli 2024


PAT di Purworejo, Sekjen Kementan Minta Petani Usulkan Kebutuhan

10 Jul 2024, 15:05 WIBEditor : Yulianto

Sekjen Kementan, Prihasto Priyanto bahan persoalan pompanisasi di daerah | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Purworejo---Kementerian Pertanian terus menggencarkan program pompanisasi sebagai solusi cepat mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi akibat gelombang panas dunia. Upaya tersebut diantaranya berada di Desa Dlangu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. 

Sekretaris Jenderal Kementan, Prihasto Setyanto didampingi Penanggung Jawab Darurat Pangan Jawa Tengah, Lely Nuryati mengatakan, kegiatan pompanisasi perlu dipercepat mengingat saat ini Indonesia fokus pada perluasan areal tanam (PAT) dan juga peningkatan produksi di seluruh Indonesia.

"Yang pasti kami telah mengalokasikan anggaran baik melalui refocusing maupun ABT (anggaran biaya tambahan, red) untuk kegiatan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan dan perpompaan untuk mendukung peningkatan PAT," ujar Prihasto, beberapa waktu lalu.

Saat ini, lanjut Prihasto, pemerintah juga tengah berupaya memberikan bantuan bahan bakar pompa guna mempercepat produksi serta mendorong terjadinya peningkatan areal tanam secara tepat. Meski begitu, ia meminta agar program tersebut mendapat masukan langsung dari para petani setempat.

"Kepada petani maupun pemerintah daerah silahkan mengusulkan pompa jika ada potensi penambahan areal tanam dengan memanfaatkan pengairan bersumber dari sungai. Saya mengajak mari optimalkan air sungai untuk tanaman pangan dan jangan dibuang ke laut," katanya.

Di lokasi yang sama, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti mengatakan, selama ini wilayahnya sukses menjadi salah satu penyumbang lumbung pangan Jawa Tengah dengan rata-rata produksi dibatas 6 ton/ha. Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian diakui, dapat tercapai lantaran Kementan terus memberi perhatian besarnya pada sarana dan prasarana.

"Alhamdulillah sarana yang ada memadai dan efisien. Kami bersyukur karena sarana yang ada ini didukung langsung oleh SDM yang mumpuni," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0708 Purworejo menyampaikan terimakasih atas bantuan dan perhatian besar jajaran Kementan yang telah melibatkan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sebagai langkah nyata, seluruh personil Babinsa akan dilibatkan dalam pendampingan beraama Penyuluh Pertanian.

"Kami juga memperoleh bantuan brigade pompa sebanyak 30 unit untuk digunakan petani yang sering kekurangan air sehingga dengan adanya pompa ini dapat membantu petani dalam mengantisipasi gagal panen akibat kekeringan," katanya.

Penanggung Jawab Darurat Pangan Jawa Tengah yang juga Kepala Pusat PVTPP Kementan, Lely Nuryati menyampaikan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi agar solusi cepat hadapi kekeringan dapat terpasang secara merata di seluruh Indonesia. Karena itu menurutnya, diperlukan kerjasama dan sinergi yang kontinyu antara Dinas, Kodim, para PPL dan petani agar program PAT ini dapat terealisasi sesuai target.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018