Wednesday, 15 April 2026


Kementan Genjot PAT di Riau

16 Aug 2024, 14:59 WIBEditor : Yulianto

kegiatan Pompanisasi di Riau

TABLOIDSINARTANI.COM, Rokan Hilir---Kementerian Pertanian melakukan penguatan Penambahan Areal Tanam (PAT) padi sebagai upaya meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi. Salah satunya di Provinsi Riau.

Direktur Buah dan Florikultura, Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman bersama tim lintas terkait Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten, Kodim, Camat, Kepala Desa dan poktan penerima bantuan terus mendorong percepatan realisasi. Beberapa pengawalan dilakukan diantaranya melalui pemanfaatan pompanisasi bantuan APBN. 

Berdasarkan Kepmentan 297 Tahun 2024, kegiatan PAT Provinsi Riau seluas 39.005 ha terdiri dari optimalisasi lahan (OPLAH) 3.336 ha, pompanisasi 18.557 ha, dan Padi Gogo 17.112 ha.  Realisasi PAT Provinsi Riau sampai 13 Agustus 2024 12.959 ha (33 23%).

Rinciannya, luas PAT OPLAH 922 ha (27,63%) dan luas PAT pompa 11.036,02 ha (59,47%). Namun memang ada kendala untuk PAT padi gogo yang hingga hari ini  216,65 ha  (1,27%) dari target 17.112 ha, hingga akhir September maksimal hanya akan tercapai 12% karena lahan tersedia hanya 2.000 Ha, namun benih untuk saat ini juga belum tersedia.

Dengan terjun langsung ke lapangan, Liferdi sebagai PJ PAT Provinsi Riau optimis di akhir September realisasi PAT OPLAH dan Pompa mencapai 100%. Jumlah distribusi pompa sebanyak 240 unit. Sementara tambahan pompa dana ABT sebanyak 108 sudah terdistribusi dan sisa usulan 225 unit pompa masih dalam proses pengadaan.

“Total pompa sudah terpasang di provinsi Riau sebanyak 348 unit. Semua instansi terkait harus bersinergi dalam pemanfaatan pompa di lapangan, sehingga target PAT dapat tercapai di akhir September dan keadaan darurat pangan di Indonesia dapat segera teratasi,”katanya.

Liferdi menyampaikan Kabupaten Rokan Hilir telah mengusulkan pompa air sebanyak 410 unit, telah diterima dan distribusikan sebanyak 103 unit. Pompa yang diterima ini merupakan bagian dari program pompanisasi Kementerian Pertanian sebagai langkah solusi cepat untuk menangani kondisi lahan yang kekeringan akibat dampak El Nino.

Kepala BSIP Riau Shannora Yuliasari saat menghadiri serah terima bantuan pompa berharap dapat mendorong percepatan tanam. Dengan bantuan pompa sebanyak 89 unit ini diharapkan dapat mendorong percepatan areal tanam sekaligus meningkatkan IP 200 menjadi IP 300.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, Aldi menyampaikan target kegiatan oplah di wilayahnya seluas 1.400 ha. Dengan rincian realisasi per 12 Agustus 166 ha, 780 ha di minggu ke III dan IV Agustus  dan 620 ha di minggu ke I - II September 2024. Sedangkan target pompanisasi seluas 4.180 ha dengan rincian 1.331 ha per 12 Agustus 2024, 900 ha di akhir Agustus dan sisanya 2.090 ha diakhir  September.

“Keberadaan pompa sangat membantu percepatan PAT di lahan. Terima kasih kepada Menteri Pertanian yang memberikan perhatian besar kepada Provinsi Riau khususnya kabupaten Rokan Hilir. Bantuan pompa akan dipastikan dan terpasang di lokasi tanam,” kata Aldi.

Ketua Gapoktan Sinar Tani, Marna mengatakan sangat terbantu dengan bantuan pompa ini, terutama sangat menghadapi musim kemarau di mana pasokan air sangat krusial. Petani diakui, sedikit kesulitan dengan kondisi terbatasnya pertanaman padi karena kurangnya pasokan air.

“Luas lahan pertanaman padi di daerah kami seluas 600 ha, bantuan pompa ini sangat membantu kami. Semoga dengan bantuan pompa ini kami bisa meningkatkan IP,” katanya.

Desa Rokan Baru Pesisir Kecamatan Pekaitan memiliki 15 kelompok tani dengan jumlah anggota 484 orang dengan luas lahan sawah 600 ha telah mendapat bantuan pompa sebanyak 20 unit. Saat ini setelah terima pompa lebih kurang 80% petani sudah mulai menanam. Diperkirakan minggu ke-3 bulan Agustus lahan sawah sudah tertanam semua.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018