
Embung KPS Muara resmi dibangun, langkah strategis Kementan ini jadi solusi jitu atasi krisis air, pastikan pengujian varietas tanaman tetap jalan meski kemarau panjang menghadang.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Embung KPS Muara resmi dibangun, langkah strategis Kementan ini jadi solusi jitu atasi krisis air, pastikan pengujian varietas tanaman tetap jalan meski kemarau panjang menghadang.
Kementerian Pertanian (Kementan) resmi memulai pembangunan embung penampung air untuk mendukung irigasi lahan pertanian di Kebun Pemeriksaan Subtansif (KPS) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Muara.
Pembangunan ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi krisis air yang kerap melanda kawasan pertanian, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.
Embung yang dibangun oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) ini memiliki luas sekitar 500 meter persegi dengan kedalaman 1 meter.
Dengan kapasitas tampung mencapai 487 meter kubik, embung ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk konservasi air di area KPS Muara yang terus berkembang.
Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati, bersama sejumlah pejabat eselon dua lingkup Sekretariat Jenderal Kementan serta perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Pertanian (BRMP) Padi, Minggu (15/06).
Acara ini menandai komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat infrastruktur air di sektor pertanian, khususnya dalam mendukung layanan perlindungan varietas tanaman.
Menurut Leli, keberadaan embung di KPS Muara bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pengujian varietas tanaman.
“Ketersediaan air yang stabil adalah kunci agar pengujian varietas tanaman bisa berjalan sepanjang tahun tanpa terganggu musim kemarau,” ujar Leli saat menyampaikan sambutannya.
KPS Muara, yang menjadi lokasi penting dalam pengujian dan pemeriksaan substansif varietas tanaman, belakangan mengalami peningkatan signifikan dalam beban layanan.
Hal ini dipicu oleh naiknya permintaan sertifikasi hak perlindungan varietas dari berbagai pelaku pertanian dan pemulia tanaman.
Tanpa dukungan irigasi yang memadai, pengujian varietas bisa terganggu, berimbas pada tertundanya penerbitan sertifikat yang berdampak luas pada sektor pertanian nasional.
Hingga pertengahan Juni 2025, progres fisik pembangunan embung telah mencapai 40 persen.
Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap persiapan pemasangan geomembran untuk dasar embung serta pembangunan struktur kirmir pada sisi-sisinya.
Konstruksi ini akan memperkuat daya tahan embung sekaligus meminimalisir kehilangan air akibat rembesan.
Ditargetkan, pembangunan embung akan rampung dan siap difungsikan pada awal Juli 2025.
“Kami harap, embung ini bisa langsung digunakan untuk mendukung pengujian di musim kemarau mendatang,” kata Leli optimistis.
Pembangunan embung KPS Muara bukan hanya bermanfaat bagi lingkup kerja Pusat PVTPP semata, tapi juga memberikan dampak positif yang luas terhadap sistem pertanian nasional.
Dengan air yang tersedia sepanjang tahun, pengujian terhadap varietas baru akan lebih akurat, konsisten, dan tidak terganggu kondisi cuaca ekstrem. Ini tentu akan mempercepat proses pemuliaan tanaman dan peluncuran varietas unggul ke tangan petani.
“Embung ini adalah tonggak penting bagi keberlanjutan sistem perlindungan varietas tanaman di Indonesia,” tegas Leli.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan embung, baik dari internal kementerian maupun mitra kerja yang terlibat dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Pembangunan embung KPS Muara membuktikan bahwa solusi teknis seperti konservasi air bisa menjadi jawaban atas tantangan besar pertanian modern.
Embung ini menjadi simbol dari ketekunan, kolaborasi, dan semangat inovasi pemerintah dalam melindungi hasil kerja keras para pemulia tanaman Indonesia.