Sunday, 19 July 2026


Dongkrak Kapasitas Petani, Syngenta Luncurkan Panduan Budidaya Padi & Drone Learning Center

28 Aug 2025, 09:33 WIBEditor : Herman

Syngenta meluncurkan buku panduan “Raih Hasil Optimal Budidaya Padi” dan meresmikan Drone Learning Center di Research and Development (R&D) Center Cikampek, Jawa Barat,

TABLOIDSIANRTANI.COM, Cikampek -- Petani padi Indonesia kini memiliki bekal baru untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengenal teknologi pertanian presisi. Syngenta Indonesia, perusahaan agribisnis global yang sudah lama berkiprah di tanah air, meluncurkan buku panduan “Raih Hasil Optimal Budidaya Padi” dan meresmikan Drone Learning Center di Research and Development (R&D) Center Cikampek, Jawa Barat, Rabu (27/8).

Dua inovasi ini bukan sekadar program biasa. Keduanya hadir sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan pangan nasional. Dengan populasi Indonesia yang kini menembus lebih dari 280 juta jiwa, kebutuhan beras meningkat setiap tahun. Produksi nasional saat ini berada di kisaran 34 juta ton per tahun, namun angka itu harus terus digenjot untuk menjaga swasembada.

“Syngenta berkomitmen hadir bersama petani untuk meningkatkan produktivitas padi. Melalui buku panduan ini, kami ingin memastikan petani memiliki referensi praktis untuk meraih hasil optimal,” ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia, dalam sambutannya, Eryanto

Ditambahnya dengan komunitas binaan, Komunitas 10 Ton, yang sudah terbukti mampu menghasilkan lebih dari 10 ton padi per hektare, pihaknya optimistis kesejahteraan petani juga bisa ikut meningkat.

Langkah Syngenta mendapat dukungan dari pemerintah. Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Menko Pangan Zulkifli Hasan, menyampaikan apresiasi.

“Syngenta Indonesia dengan inovasi dan teknologi yang dikembangkan menjadi mitra penting dalam perjalanan menuju ketahanan pangan. Buku panduan ini diharapkan dapat digunakan secara luas oleh petani maupun penyuluh untuk meningkatkan budidaya padi di lapangan,” ungkapnya.

Buku “Raih Hasil Optimal Budidaya Padi” disusun dengan masukan dari petani, penyuluh, hingga akademisi, sehingga benar-benar dekat dengan kebutuhan di lapangan.

Panduan ini mencakup seluruh tahapan budidaya: mulai dari persiapan lahan, pengelolaan air, pemilihan benih, penanaman, pengaturan jarak tanam, pemupukan, hingga aktivitas panen.

Yang menarik, buku ini juga menekankan aspek keberlanjutan. Petani diajak memanfaatkan jerami, membuat kompos, biochar, hingga memanfaatkan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT) dan drone.

Dari sisi keselamatan, Syngenta menyertakan panduan “enam tepat” penggunaan produk perlindungan tanaman dan lima aturan emas Syngenta untuk memastikan petani bekerja dengan aman.

Bagi petani, buku ini diharapkan menjadi referensi cepat ketika menghadapi tantangan di lapangan. Sementara bagi penyuluh, panduan ini bisa mempermudah komunikasi dan penyampaian informasi teknis agar lebih konsisten dan mudah dipahami.

Inovasi lain yang tak kalah penting adalah Drone Learning Center. Di fasilitas ini, petani dapat belajar langsung mengoperasikan drone untuk aplikasi pupuk dan perlindungan tanaman.

Dengan teknologi drone, pekerjaan yang biasanya memakan waktu lama bisa dilakukan lebih cepat, hemat biaya, sekaligus lebih ramah lingkungan.

“Buku ini sangat membantu kami dalam menanam padi. Hari ini kami juga belajar cara menggunakan drone. Ini akan sangat menghemat waktu dan tenaga,” kata Rokim, Ketua Komunitas 10 Ton Karawang, yang hadir bersama ratusan petani lainnya.

Sekitar 700 petani dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur ikut dalam acara peluncuran ini. Antusiasme mereka menunjukkan bahwa petani semakin terbuka terhadap teknologi baru.

Capaian Komunitas 10 Ton yang berhasil menembus produktivitas 10 ton per hektare menjadi bukti bahwa inovasi, jika diterapkan dengan benar, bisa membawa hasil nyata.

Peluncuran buku panduan dan Drone Learning Center ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 25 tahun Syngenta di Indonesia.

Tidak berhenti sampai di sini, Syngenta juga bersiap meluncurkan benih padi hibrida terbaru Ningrat (NK2133) serta meresmikan laboratorium karantina di Pasuruan, Jawa Timur, pada 28 Agustus 2025.

Sebagai bagian dari Syngenta global yang beroperasi di lebih dari 90 negara, Syngenta Indonesia terus menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung pertanian yang lebih produktif sekaligus berkelanjutan. Dengan lebih dari 800 karyawan, serta berbagai fasilitas riset dan produksi di Jawa Barat dan Jawa Timur, Syngenta konsisten mendukung transformasi pertanian di Indonesia.

Lewat berbagai inisiatifnya, Syngenta ingin mewujudkan visi Petani MAJU – yaitu petani yang lebih modern, aman, berkelanjutan, dan untung. Kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan tentu saja para petani menjadi kunci agar pertanian Indonesia semakin berdaya saing.

Kegiatan di Cikampek ini pun menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas sektor mampu membawa perubahan. Petani mendapat ilmu baru, pemerintah melihat langkah konkret, sementara swasta memberikan teknologi dan inovasi. Sinergi ini diyakini menjadi fondasi kuat menuju pertanian Indonesia yang modern, tangguh, dan berkelanjutan.

Reporter : Rafi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018