Rabu, 14 Januari 2026


108 Poktan Purbalingga Terima Alsintan Program Upland, Ini Pesan Bupati Fahmi

05 Jan 2026, 13:03 WIBEditor : Herman

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pra panen dari Kementerian Pertanian RI melalui Program UPLAND (The Development of Integrated Farming System at Upland Areas Project) Tahun 2025 kepada kelom

TABLOIDSINARTANI.COM, Purbalingga --- Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan sarana dan prasarana modern.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pra panen dari Kementerian Pertanian RI melalui Program UPLAND (The Development of Integrated Farming System at Upland Areas Project) Tahun 2025 kepada kelompok tani di Purbalingga.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di UPTD Perbenihan Kabupaten Purbalingga, beberapa waktu lalu dan diikuti perwakilan kelompok tani dari sejumlah kecamatan penerima.

Bupati Fahmi menyampaikan, pada tahun 2025 pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan alsintan kepada 108 kelompok tani penerima Program UPLAND yang tersebar di Kecamatan Rembang, Karangmoncol, Kejobong, dan Pengadegan.

Bantuan tersebut meliputi 10 unit traktor roda empat, 90 unit traktor roda dua, 58 unit pompa air, serta 488 unit sprayer elektrik.

Menurutnya, Program UPLAND merupakan program pembangunan pertanian dataran tinggi yang dirancang secara komprehensif dan terintegrasi, mulai dari sektor on farm hingga off farm.

Program ini diarahkan untuk mendorong terwujudnya pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan guna mendukung swasembada pangan nasional.

“Transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern melalui pemanfaatan alsintan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas usaha tani,” ujar Bupati Fahmi.

Ia menegaskan, pemanfaatan alsintan memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu hasil pertanian sekaligus menekan biaya dan waktu produksi. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta dikelola secara berkelanjutan.

Selain itu, Bupati Fahmi mendorong kelompok tani penerima untuk mengelola alsintan melalui pembentukan unit jasa alsintan, melakukan pencatatan penggunaan, serta membuka peluang kerja sama operasional dengan kelompok tani lain apabila kebutuhan alsintan di wilayah masing-masing telah tercukupi.

 Ia juga menekankan pentingnya pelibatan perempuan dan pemuda tani dalam pengelolaan alsintan sebagai bagian dari upaya regenerasi dan penguatan sektor pertanian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa Program UPLAND telah diterima Kabupaten Purbalingga sejak tahun 2021 dan akan berlangsung hingga 2026.

Komoditas unggulan yang dikembangkan meliputi lada, kapulaga, serta peternakan kambing. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui pengelolaan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Project Implementation Unit (PIU) Proyek UPLAND Purbalingga, Supriyono, menambahkan bahwa total anggaran Program UPLAND pada tahun 2025 dan 2026 mencapai Rp26 miliar.

Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan jalan usaha tani sepanjang 24 kilometer, pembangunan 10 unit sarana irigasi, penyediaan sarana produksi, pembangunan gudang dan rumah jemur dengan teknologi dome dryer, serta pengadaan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) yang terintegrasi dengan peternakan kambing.

“Ke depan juga direncanakan pembangunan unit pengolahan kapulaga terpusat yang dilengkapi mesin pembersih, sortasi, dan pengemasan,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan alsintan, Adi dari Pemuda Tani Sekar Lemah Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan alsintan sangat membantu petani dalam mempercepat proses pengolahan lahan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bupati Purbalingga. Bantuan ini membuat pertanian menjadi lebih modern dan efisien, sehingga pekerjaan yang dulu terhambat kini bisa diselesaikan lebih cepat,” ungkap Adi.

 

Reporter : Prayitno
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018