Saturday, 12 September 2026


Kemarau Panjang Mengancam, Menteri PU Pastikan Waduk Gajah Mungkur Siap Suplai Air Irigasi

13 Apr 2026, 11:01 WIBEditor : Gesha

Kemarau panjang 2026 bikin pemerintah siaga. Menteri PU pastikan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri siap suplai air irigasi pertanian tetap aman.

TABLOIDSINARTANI.COM, Wonogiri -- Kemarau panjang 2026 bikin pemerintah siaga. Menteri PU pastikan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri siap suplai air irigasi pertanian tetap aman.

Ancaman kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga akhir 2026 mulai diantisipasi pemerintah. 

Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan air irigasi bagi sektor pertanian tetap aman, terutama di wilayah penopang pangan nasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau kesiapan pengelolaan sumber daya air dari Waduk Gajah Mungkur, yang menjadi salah satu andalan irigasi di Jawa Tengah.

“Waduk ini harus tetap mampu menyuplai kebutuhan air, terutama untuk irigasi pertanian. Insyaallah aman, kita siapkan berbagai langkah agar kebutuhan air tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir,” kata Dody. 

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, Waduk Gajah Mungkur saat ini mengairi sekitar 25.000 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi Colo Barat dan Colo Timur. 

Dengan kapasitas tampung mencapai ratusan juta meter kubik, waduk ini masih dinilai mampu menopang kebutuhan air di tengah tekanan musim kering.

Pemerintah juga mencatat bahwa volume air tersedia mencapai sekitar 340 juta meter kubik, dengan tampungan efektif sekitar 260 juta meter kubik. 

Kondisi ini menjadi indikator penting dalam menjaga suplai air bagi pertanian di wilayah sekitar.

Selain memastikan ketersediaan air, Kementerian PU juga melakukan berbagai upaya teknis untuk menjaga keberlanjutan fungsi waduk. 

Salah satunya melalui pengendalian sedimentasi dengan mengoperasikan kapal keruk secara rutin.

Tak hanya itu, sejumlah sistem pengendalian endapan seperti closure dike juga diterapkan untuk mengurangi laju sedimentasi yang masuk ke badan waduk. 

Upaya ini dilakukan agar usia layanan infrastruktur air tersebut tetap panjang dan optimal.

“Kita lakukan pengerukan secara rutin. Selain itu ada juga sistem untuk menahan sedimen sebelum masuk ke waduk,” ujar Dody.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan jika diperlukan, terutama saat curah hujan mulai menurun drastis di puncak musim kemarau.

Kementerian PU juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, guna menjaga produktivitas lahan pertanian tetap stabil meski menghadapi tekanan iklim.

Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan waduk secara terpadu menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi kemarau panjang yang lebih ekstrem tahun ini.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018