Sunday, 14 June 2026


Antisipasi El Nino, Pemerintah Siapkan Rp 4-5 T untuk Pompanisasi

17 Apr 2026, 16:36 WIBEditor : Yulianto

Pompanisasi jadi cara mengantisipasi kekeringan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Program Irgasi Perpompaan (Irpom) menjadi salah satu terobosan nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama dalam mengantisipasi kemarau panjang (El Nino). Untuk mempercepat program tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran besar.

“Kami sudah anggarkan 4-5 triliun rupiah untuk pompanisasi. Kalau kita bisa jangkau 1 juta hektar, berarti produksi 6 ton saja, berarti kenaikan 6 juta ton gabah,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja ke Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4).

Di lokasi, Amran menyaksikan langsung keberhasilan pompanisasi dengan bangunan irigasi perpompaan berkapasitas 5.000 liter yang telah berjalan mengairi sekitar 20 ha memberikan dampak nyata bagi petani setempat.

“Ini sangat kreatif, dimana pompanisasi di sini sudah jalan. Yang dulu panen satu kali, menjadi tiga kali. Kenapa? Karena pompanya sudah dipasang,” ujar Amran.

Menurutnya, pemanfaatan manajemen air, teknik ini mampu mengubah pola tanam petani secara signifikan, terutama di lahan kering (upland), dari yang sebelumnya hanya satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Kebijakan ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahan baru.

Amran menegaskan, keberhasilan ini akan direplikasi secara nasional agar seluruh lahan kering dapat dioptimalkan melalui pemasangan irigasi pompanisasi. Ia pun berharap, lahan kering atau daerah upland, yang sebelummnya panen satu kali bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali dengan pemasangan pompa.

Program irigasi perpompaan ini dijalankan bersamaan dengan strategi lain, yakni pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan rawa sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi nasional. “Nah, ini sambil kita cetak sawah, juga optimalisasi lahan rawa. Jadi, ini tiga langkah kita tempuh,” tegasnya.

Menurut Amran, kombinasi kebijakan tersebut telah menunjukkan hasil nyata dengan peningkatan produksi yang signifikan. “Inilah langkah-langkah kita tempuh sehingga produksi naik tajam, yaitu 13 persen atau 4 juta ton,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amran menjelaskan konsep Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai strategi utama dalam meningkatkan produksi. “Ini namanya Luas Tambah Tanam (LTT). Jadi, lahan tetap, tapi luas tanamnya yang bertambah. Bisa potensi tiga kali tanam dalam satu hektare,” katanya.

Amran menambahkan, potensi tambahan produksi akan semakin besar jika LTT diperluas. Jika ada 2 juta ha lahan tambahan, maka dengan produktivitas 6 ton/ha, maka akan menghasilkan 12 juta ton gabah. ”Artinya, jika menjadi beras akan menambah 6 juta ton,” ujarnya.

Sebagai langkah percepatan implementasi di daerah, Amran akan mengumpulkan seluruh kepala daerah kabupaten/ kota yang memiliki potensi penambahan LTT untuk memastikan kebutuhan pengairan terpenuhi.

“Nanti kita cek semua. Yang butuh pompa, Insya Allah hari Senin kami putuskan. Kami undang Pak Bupati ke Jakarta. Dananya sudah siap. Ini perintah Bapak Presiden,” tegasnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018