Wednesday, 21 October 2026


Irigasi dan Cetak Sawah Digeber, 1,5 Juta Hektare Lahan Siap Dialiri Air

20 Apr 2026, 12:44 WIBEditor : Gesha

Pemerintah percepat irigasi pertanian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah tancap gas memperkuat infrastruktur pertanian dengan menggenjot irigasi hingga 1,5 juta hektare lahan, demi menjamin pasokan air dan menjaga produksi pangan tetap stabil.

Setelah lama jadi persoalan klasik, kini irigasi benar-benar digenjot besar-besaran agar produksi pangan tetap aman di tengah ancaman perubahan iklim.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, penguatan irigasi akan menjangkau hingga 1,5 juta hektare lahan di seluruh Indonesia. Angka ini bukan sekadar target di atas kertas, melainkan bagian dari strategi konkret menjaga pasokan air untuk petani.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan anggaran lebih dari Rp3 triliun khusus untuk sektor irigasi. Dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan jaringan baru, perbaikan saluran yang rusak, hingga optimalisasi distribusi air ke lahan pertanian.

Sejalan dengan itu, langkah cepat juga dilakukan lewat program pompanisasi. Sebanyak 80 ribu unit pompa air disiapkan dan ditargetkan mampu mengairi sekitar 1 juta hektare lahan. Skema ini dinilai efektif, terutama untuk wilayah yang selama ini bergantung pada hujan.

Dengan kata lain, pemerintah tak hanya mengandalkan irigasi permanen, tapi juga solusi fleksibel di lapangan. Air dari sungai, embung, hingga sumur dalam dan dangkal akan dimanfaatkan dan dipompa langsung ke area pertanian.

Di sisi lain, program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare turut melengkapi upaya ini. Lahan baru tersebut nantinya sudah terintegrasi dengan sistem pengairan, sehingga bisa langsung dimanfaatkan tanpa harus menunggu lama.

Jika ditarik lebih luas, seluruh program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk sektor pertanian yang nilainya mencapai sekitar Rp12 triliun. Artinya, intervensi yang dilakukan tidak setengah-setengah, melainkan menyentuh dari hulu hingga hilir.

Dampaknya mulai terlihat. Produksi padi nasional saat ini telah menyentuh sekitar 4,9 juta ton dan diperkirakan menembus 5 juta ton dalam beberapa hari ke depan. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian masih berada di jalur aman.

Bahkan, jika melihat data di lapangan, standing crop atau tanaman yang siap panen mencapai 11 juta ton. Ditambah lagi cadangan di sektor distribusi seperti hotel, restoran, dan rumah tangga (horeka) sekitar 12,5 juta ton.

Dengan kombinasi tersebut, pemerintah memperkirakan cadangan pangan nasional mampu bertahan hingga 11 bulan. Sementara itu, potensi dampak El Nino diprediksi hanya berlangsung sekitar 6 bulan.

Artinya, secara hitungan kasar, stok yang tersedia masih lebih dari cukup. “Jadi kalau ditanya aman atau tidak, insyaallah aman,” kata Amran.

Lebih jauh, penguatan infrastruktur air ini juga diharapkan mampu mengubah pola tanam petani. Lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun, didorong meningkat menjadi dua bahkan tiga kali tanam.

Karena itu, pemerintah juga menekankan pentingnya peran daerah. Wilayah yang responsif dan serius menggarap potensi lahannya akan diprioritaskan dalam penyaluran bantuan.

Dengan langkah yang makin terarah dan terukur, pemerintah optimistis sektor pertanian Indonesia tetap tangguh menghadapi tekanan iklim, sekaligus terus bergerak menuju kemandirian pangan nasional.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018