Monday, 12 October 2026


Jatam Unjuk Inovasi di Seminar Nasional Banyumas, Siap Perkuat Ketahanan Pangan

22 Apr 2026, 10:37 WIBEditor : herman

Jatam Unjuk Inovasi di Seminar Nasional bertajuk “Ketahanan Pangan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyumas --- Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui berbagai forum strategis. Salah satunya melalui Seminar Nasional bertajuk “Ketahanan Pangan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045” yang digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga ajang kolaborasi lintas elemen Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Ketua JATAM Daerah Cilacap, Suraswanto, menyampaikan bahwa pihaknya turut berpartisipasi dengan membuka stand dalam expo yang digelar bersamaan dengan seminar. Beragam produk inovatif dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan.

Produk unggulan yang ditampilkan antara lain nutrisi pisang kluthuk, minyak gosok, olahan daun stevia dalam bentuk bubuk dan cair, hingga produk pertanian seperti pupuk organik cair (POC), booster tanaman, dan pengusir hama.

“Produk yang ditawarkan merupakan hasil pengembangan dari berbagai riset dan presentasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, stand JATAM Cilacap diisi oleh empat orang tim, serta didukung puluhan pengurus dan anggota yang juga mengikuti jalannya seminar nasional tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Cilacap, Budhi Burhan Zain, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai partisipasi aktif warga Muhammadiyah menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab isu strategis nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya kebutuhan bangsa, tetapi juga bagian dari dakwah pemberdayaan umat,” ungkapnya.

Budhi berharap, kegiatan ini mampu mendorong peserta untuk memperkuat wawasan, menginisiasi langkah konkret di daerah masing-masing, serta membangun sinergi antar elemen Muhammadiyah.

“Semoga ini menjadi awal dari gerakan nyata yang berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Antusiasme juga datang dari para pengunjung expo. Salah satunya, Mardianto, yang menilai inovasi produk nutrisi pisang kluthuk sangat kreatif dan berpotensi memberdayakan masyarakat.

“Pisang kluthuk tidak hanya dikonsumsi langsung, tapi bisa diolah menjadi minuman bernutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” katanya.

Senada, Indri dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyumas menilai produk yang ditampilkan memiliki prospek besar, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga.

“Produk penghilang bau sangat potensial untuk disosialisasikan lebih luas,” ujarnya.

Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Banyumas, Latif Muchozin, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara JSM, JATAM Wilayah Jawa Tengah, UMP, dan PDM Banyumas.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini menghadirkan keynote speaker Zulkifli Hasan, serta terbuka untuk peserta dari seluruh Jawa Tengah tanpa dipungut biaya.

“Ini merupakan inisiasi untuk menggerakkan ekonomi berbasis jamaah sekaligus mendukung program pemerintah,” jelasnya.

Dalam paparannya, Zulkifli Hasan menekankan bahwa sektor pertanian akan menjadi bidang yang sangat menjanjikan di masa depan.

“Sepuluh tahun ke depan, pertanian akan menjadi sektor yang diperebutkan. Kemandirian pangan dan energi bisa kita wujudkan dari hasil pertanian, termasuk komoditas seperti singkong,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran perguruan tinggi, khususnya Fakultas Pertanian UMP, dalam melakukan riset terhadap komoditas unggulan seperti padi, jagung, kelapa, kakao, dan cengkeh.

Menurutnya, kondisi pangan nasional saat ini cukup aman, dengan stok beras mencapai 4,7 juta ton dan produksi yang diproyeksikan meningkat.

“Dengan optimalisasi lahan yang ada, Indonesia bahkan mencatat surplus beras pada 2025,” pungkasnya.

 

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018