Friday, 15 May 2026


Percepatan CSR di Ogan Ilir, UPT Kementan Perkuat Sinergi

25 Apr 2026, 05:50 WIBEditor : Yulianto

Supervisi CSR di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Senin (20/04).

TABLOIDSINARTANI.COM, Ogan Ilir--- Upaya percepatan perluasan areal tanam melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) terus diperkuat melalui kegiatan supervisi dan monitoring di berbagai daerah. Salah satunya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Senin (20/04).

Kegiatan ini dipimpin Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan wilayah Sumatera Selatan. Kunjungan dilakukan dalam rangka memastikan progres pelaksanaan program CSR berjalan sesuai target, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Inneke Kusumawaty melakukan supervisi langsung di lapangan serta menggelar koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir dan Co Working Space Penyuluh Pertanian Kabupaten Ogan Ilir sebagai pusat kolaborasi penyuluh pertanian di wilayah tersebut.

“Inisiatif percepatan cetak sawah tidak hanya membutuhkan kesiapan lahan, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Karena itu, koordinasi menjadi kunci utama dalam memastikan program ini berjalan efektif,” ujar Inneke.

Ia menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai penggerak di lapangan, khususnya dalam mengawal setiap tahapan kegiatan mulai dari persiapan lahan, pengolahan tanah, hingga percepatan tanam. Kehadiran Brigade Pangan diharapkan mampu menjembatani kebutuhan teknis petani dengan dukungan program pemerintah.

Lebih lanjut, Inneke menambahkan bahwa keberadaan Co Working Space Penyuluh Pertanian menjadi instrumen penting dalam mempercepat diseminasi inovasi dan teknologi pertanian. Ruang kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pendampingan, serta mempercepat respons terhadap berbagai tantangan di lapangan.

Kegiatan supervisi dan monitoring ini juga menjadi sarana identifikasi berbagai kendala, seperti kesiapan infrastruktur, kondisi lahan, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan). Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah percepatan lanjutan.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya percepatan cetak sawah sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Cetak sawah dan percepatan tanam harus berjalan paralel. Tidak boleh ada lahan yang sudah siap namun tidak segera ditanami. Kita kejar waktu untuk memastikan produksi meningkat dan kebutuhan pangan nasional terpenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran penyuluh dan Brigade Pangan dalam keberhasilan program ini.

“Penguatan kapasitas SDM pertanian menjadi kunci. Melalui kolaborasi di tingkat lapangan, termasuk pemanfaatan Co Working Space Penyuluh, kita dorong penyuluh dan petani untuk lebih adaptif, inovatif, serta mampu mengoptimalkan setiap potensi lahan yang ada,” ungkapnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Ogan Ilir diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi di Sumatera Selatan, sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

Reporter : BBPKH Cinagara
Sumber : BBPKH Cinagara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018