Friday, 15 May 2026


Mulai Diadopsi Petani Barito Kuala, Teknologi PM-AAS Siap Dongkrak Produksi Padi

30 Apr 2026, 17:43 WIBEditor : Herman

penerapan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) mulai di adopsi petani Barito Kuala

TABLOIDSINARTANI.COM, Barito Kuala — Upaya modernisasi sektor pertanian terus digencarkan. Salah satunya melalui penerapan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang kini mulai diperkenalkan kepada petani di Desa Murung Keramat, Kecamatan Belawang, Kamis (30/04).

Kegiatan tanam padi bersama ini menjadi langkah nyata dalam mengenalkan sistem budidaya berbasis teknologi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas petani. Penanaman dilakukan secara simbolis di lahan sawah, sebagai bentuk praktik langsung penerapan metode PM-AAS di lapangan.

Berbagai pihak turut terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari BRMP Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, hingga PT. Pupuk Indonesia. Selain itu, hadir pula jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, aparat keamanan, kelompok tani, dan petani setempat sebagai pelaku utama di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, Wahyu Wiguna, menegaskan dukungannya terhadap penerapan teknologi ini. Menurutnya, modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi kunci untuk meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan.

“Penerapan teknologi seperti PM-AAS perlu terus didorong agar petani dapat meningkatkan hasil sekaligus efisiensi usaha tani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRMP Kalimantan Selatan sekaligus Direktur Wilayah, Wahida Annisa Yusuf, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan sistem budidaya terpadu yang mengoptimalkan seluruh tahapan produksi.

Ia menyebutkan, sistem ini mengintegrasikan berbagai komponen teknologi, mulai dari pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, pola tanam rapat, hingga pengelolaan air dan hama secara terukur. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

“Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada konsistensi petani dalam mengikuti tahapan budidaya yang telah direkomendasikan,” jelasnya.

Tak hanya praktik lapangan, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif. Antusiasme petani terlihat dari banyaknya pertanyaan serta minat untuk mencoba metode PM-AAS di lahan masing-masing.

Respons positif ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi teknologi pertanian semakin diterima di kalangan petani. Ke depan, PM-AAS diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Reporter : Shinta Anggreany
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018