Tuesday, 18 August 2026


Resmikan Lima Bendungan di NTB, Presiden : Jamin Ketersediaan Air untuk Pertanian

14 Jul 2026, 10:01 WIBEditor : Yulianto

residen Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Barat---Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan sebagai langkah strategis pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Lima bendungan tersebut berpotensi menambah produksi beras nasional hingga sekitar 1 juta ton per tahun jika dioptimalkan melalui penerapan teknologi budidaya modern dan penggunaan benih unggul.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersama empat bendungan lainnya, Jumat (10/7).

Menurut Presiden, pembangunan bendungan tidak hanya menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Namun menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras. Bayangkan, dari penghematan B50 sebesar Rp170 triliun, berapa banyak bendungan lagi yang bisa kita bangun setiap tahun,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan, manfaat bendungan akan optimal apabila air irigasi benar-benar sampai ke lahan pertanian. Harapannya mampu meningkatkan indeks pertanaman, memperluas musim tanam, dan menjaga produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim. “Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” katanya.

Presiden juga menyampaikan bahwa dalam 18 bulan terakhir sektor pertanian mencatat berbagai capaian penting. Untuk pertama kalinya harga pupuk berhasil diturunkan, Indonesia mencapai surplus beras dan jagung pakan, serta mulai memperluas ekspor berbagai komoditas pertanian.

“Terima kasih kepada TNI dan Polri yang bekerja keras membantu mewujudkan swasembada,” ujar Presiden.

Salah satu bendungan yang diresmikan, yakni Bendungan Meninting, memiliki luas genangan sekitar 46 hektare dan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen. Dukungan air irigasi yang lebih terjamin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi baru melalui percepatan tanam, penggunaan varietas unggul, mekanisasi, penerapan teknologi budidaya modern, serta pendampingan penyuluh kepada petani.

Sinergi antara pembangunan bendungan dan transformasi pertanian modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi, memperkuat kesejahteraan petani, sekaligus mengantarkan Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan dan lumbung pangan dunia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan bendungan dan penerapan teknologi modern harus berjalan beriringan agar mampu menghasilkan lompatan produksi nasional.

“Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus karena usaha taninya sudah terbukti menguntungkan,” ujarnya

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018