
Freddy Wijaya (kanan), founder Pupuk Dinosaurus saat perhelatan INAGRITECH 2026 di Jakarta,
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Degradasi tanah pertanian salah satunya disebabkan karena ketergantungan terhadap pupuk kimia. Untuk membenahi lahan yang kini semakin ‘sakit’ kini hadir pupuk hayati hasil inovasi dari kearifan lokal.
Tergerak kondisi pertanian Indonesia, PT. Pramudita Darya Parma berdiri tahun 2019 mengembangkan produk pupuk kearifan lokal yang didukung melalui penelitian, ilmu pengetahuan, dan bioteknologi. Pupuk Hayati DINOSAURUS menjadi produk unggulan dengan fungsi utama sebagai pembenah tanah.
“Tanah boleh saja mengandung nutrisi makro tinggi, namun tidak adanya mikroba dan rusaknya ekosistem tanah akibat residu kimia yang berlebihan membuat tanaman semakin menurun produktivitasnya,” kata Freddy Wijaya, founder Pupuk Dinosaurus saat perhelatan INAGRITECH 2026 di Jakarta, Kamis (30/7)
Ia mengatakan, pupuk hayati DINOSAURUS hadir sebagai solusi permasalahan degradasi tanah pertanian Indonesia. Melalui pengembangan Bio-Teknologi, Pupuk Hayati DINOSAURUS berhasil menciptakan formula dengan mengkombinasikan 18 jenis mikroba alami yang bermanfaat bagi tanah dan tumbuhan.
Pupuk Hayati DINOSAURUS secara efektif memperbaiki kondisi tanah pertanian yang saat ini terus mengalami penurunan atau degradasi. Di Indonesia sendiri, luas lahan terdegradasi mencapai lebih dari 40 juta hektar. “Karena kondisi tanah yang rusak ini, petani kesulitan untuk menghasilkan panen yang stabil untuk menuju kedaulatan pangan,” ujarnya.
Untuk mengembalikan kesehatan tanah, dibutuhkan peran Bio-Teknologi. Dari 18 mikroba yang terkandung dalam Pupuk Hayati DINOSAURUS, menurut Freddy, terdapat berbagai jenis kandungan yang bertugas sebagai pemecah unsur hara dalam tanah, penambat nitrogen, penghasil enzim pertumbuhan, dan penghalau patogen penyebab penyakit.
Diantaranya, Azotobacter sp, Azospirillum sp, dan Streptomyces sp. Karena berbagai kelebihannya, pemakaian Pupuk Hayati DINOSAURUS tidak hanya dapat memulihkan kondisi kesehatan tanah, namun juga dapat menekan biaya produksi di lapangan, serta meningkatkan hasil panen hingga 30 persen.
Dikatakan, mengingat krusialnya industri pertanian di Indonesia, kesehatan tanah otomatis tidak bisa dipandang sebelah mata. Tanah yang sehat adalah kunci keberhasilan pertanian. Karena itu, PT Pramudita Darya Parma selaku produsen Pupuk Hayati DINOSAURUS terus mengembangkan kualitas produk dan kepercayaan pelanggan di Indonesia.
“Pupuk Hayati Dinosaurus kembali hadir di INAGRITECH 2026 sebagai solusi kondisi degradasi lahan pertanian di Indonesia,” katanya.
Freddy berharap semakin banyak praktisi pertanian yang dapat memanfaatkan bio-teknologi untuk memperbaiki ekosistem tanah dan meningkatkan kualitas hasil panen demi menuju kedaulatan pangan Indonesia.
Di 2026, PT Pramudita Darya Parma juga telah meluncurkan produk pupuk yang diformulasikan khusus untuk hydroseeding, sebuah teknik penanaman untuk rehabilitasi lahan kritis, terutama di daerah lereng. Pengembangan produk berbasis Bio-Teknologi ini terus dilakukan demi mendukung pertanian yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.